Motivasi dan Perilaku Pemimpin
Sejarah menjelaskan ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah bersama para pengikutnya, beliau mengatakan bahwa motivasi dan keikutsertaan para pengikutnya itu beragam. Ada yang motifnya kekayaan, ada juga karena dorongan wanita yang ingin dinikahinya.
Semuanya itu dibenarkan, hanya saja kualitasnya yang membedakan yang terbaik dan tertinggi dalam pandangan agama Islam adalah motivasi karena Allah SWT.
Maka sebagaimana yang dijelaskan Abdurrahman bin Abdus Salam Asy-Syafi’i dalam Nuzhat al Majalis wa Muntakhab al Nafais bahwa seperti halnya melaksanakan ibadah, motivasi seseorang untuk melaksanakan kepemimpinan itu beragam, minimal ada tiga motivasi utama yakni motivasi ekonomi ingin mendapat imbalan material yang bernilai, motivasi takut terhadap ancaman akhirat dan ingin surga, dan motivasi keikhlasan atas landasan iman tauhid lillahi ta’ala.
Selanjutnya ada dua jenis perilaku pemimpin yang digambarkan Al-qur’an secara garis besar. Pertama, perilaku pemimpin yang mengajak umatnya ke jalan yang tidak benar atau salah.
Kedua, perilaku pemimpin yang memberi petunjuk ke arah kebaikan, artinya mengajak umat yang dipimpinnya itu ke jalan keselamatan, yakni surga. Perilaku pemimpin jenis kedua ini digambarkan dalam dua surat, yaitu QS.32:24 dan QS.21:73.
Dalam QS.32:24 perilaku pemimpin disitu harus memiliki sikap amar ma’ruf nahyi munkar, yang keluar dari pikiran dan lisannya itu selalu amar ma’ruf nahyi munkar, kemudian memiliki sikap sabar, seperti sabar dalam bermusyawarah, mau berkomunikasi dengan semua, membuka ruang dialog yang sehat, selalu berupaya menyempurnakan keilmuannya, sehingga dapat sabar dan berani dalam mengambil risiko.
Dan yang terakhir memiliki sikap keteguhan Iman yakin dengan isyarat petunjuk dari Allah SWT. Yakin disini artinya bahwa kalau dirinya menjadi pemimpin begini dan begitu, nanti akan berakibat begini dan begitu.
Maka pada perilaku ini seorang pemimpin harus mampu mengambil ibrah dari keberhasilan serta kegagalan para pemimpin yang terdahulu. Kemudian Ia akan memiliki keyakinan, kalau yang dipimpinnya bisa menjadi pribadi yang bertakwa. Maka Allah SWT akan menurunkan berkah dari langit dan bumi.
Tapi kalau sebaliknya maka tunggu adzab Allah yang akan turun. Karena datangnya adzab bukan hanya karena eksploitasi alam saja, melainkan karena eksploitasi moral, yang bisa menghancurkan sebuah peradaban.
Baca Juga: Kalah dari Dinamo Zagreb di Liga Champions Bikin Tuchel Kesal, Ini 3 Fakta Menarik Kekalahan Chelsea
Makanya, pemimpin harus yakin kepada ayat-ayat Allah dengan optimis membangun peradaban. Maksud dari membangun peradaban disini bukan hanya sekedar membangun infrastruktur saja, tapi membangun sumber daya manusianya juga.
Adapun perilaku pemimpin yang dijelaskan dalam QS.21:73 adalah pemimpin yang memiliki jiwa yang adil, yang seperti ini sudah pasti tidak ada rencana untuk berperilaku koruptif, tidak ada peraturan yang menguntungkan hanya untuk kalangan atas sambil mengeksploitasi kalangan bawah, selalu mengutamakan yang dipimpinnya secara objektif ketimbang dirinya dan orang-orang kelompoknya yang dekat saja.
Pemimpin yang seperti ini memiliki niat ibadah yang benar. Saat dia melangkahkan kaki keluar dari rumahnya, dia niatkan untuk mengurus orang yang dipimpinnya agar betul-betul bernilai ibadah.
Yaa Rabb jadikan kami umat Muslim, menjadi pemimpin-pemimpin yang memiliki perilaku seperti yang Engkau Ajarkan, Anugerahi kami para pemimpin yang bertakwa.
Penulis Oleh: Ustadz Moch. Fadlani Salam
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Selain Menuduh Polandri, Firdha Razak Juga Menduga Sang Menantu Pakai Guna-Guna
-
Bukan Cuma Wakil, KPK Juga Amankan Ketua PN Depok dalam OTT Semalam
-
Kebakaran Pabrik Plastik di Cibolerang Bandung, Asap Hitam Membumbung
-
Tips Puasa Lancar, Ini 5 Makanan Harus Dihindari
-
Tak Masuk Kerja Berhari-hari, PPPK Rumah Sakit Ditemukan Tewas, Polisi: Jasad Mulai Menghitam
-
Kapan Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan?
-
Viral Konten Tak Pantas Guru SD, Ajak ke KUA hingga Suapi Murid Sendiri
-
Hadiah dari Menantu Pengangguran
-
Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Pablo Benua: Rawan Politisasi Anggaran
-
Pemain Keturunan Maluku Cedera Parah, Sinyal Batal Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia?