/
Jum'at, 16 September 2022 | 12:36 WIB
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono bersama Ketua Panitia Lomba Hj Ijah Hartini memasak Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal (istimewa)

SuaraCianjur.id, - DPD PDI Perjuangan Jawa Barat akan menggelar Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal makanan Non Beras, sebagai sumber karbohidrat dan protein (lauk pauk) serta makanan bayi dibawah dua tahun.

Lomba tersebut akan digelar pada Minggu (18/9/2022) yang diikuti peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat ini merupakan rangkaian kegiatan Ekspedisi Trisakti dan akan dibuka serentak secara hybrid dari Cibodas Kabupaten Cianjur.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan tindak lanjut hasil identifikasi dan inventarisasi kegiatan Ekpedisi Trisakti ini dilakukan secara berkesinambungan.

"Ini tentu rangkaian dari Ekspedisi Trisakti ya. Salah satunya dengan menggelar Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal ini. Harapannya agar kreatifitas masyarakat meningkat dan mampu menciptakan kuliner nusantara berbasis kearifan lokal. Dengan Trisakti, maka Indonesia akan siap menghadapi ancaman jenis apapun,” kata Ono pada awak media, Jumat (16/9/2022).

Dikatakan Ono, penyelenggaraan kegiatan ini juga untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan sajian kuliner yang sehat, bergizi dan murah.

Ono mengungkapkan kegiatan lomba ini terinspirasi oleh adanya warisan

budaya kuliner nusantara yang telah dituangkan oleh Bung Karno dalam buku resep “Mustika Rasa”.

Selain itu, lanjut Ono, lomba ini juga terinspirasi dari gagasan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, bahwa politik berkaitan dengan urusan rakyat sehari-hari, termasuk urusan pangan yang dituangkan dalam buku “Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas”. 

"Hasil resep-resep terbaik pada lomba ini akan dituangkan ke dalam kumpulan

Baca Juga: Bjorka Tertawakan Pemerintah Tangkap Pemuda Madiun Diduga Sosoknya, Sindir Pemberi Informasi Salah: Ini Adalah Dosamu

resep masakan asli daerah Jawa Barat, dengan modifikasi serta kreasi baru, mampu memiliki nilai cita rasa, estetika, dan kandungan gizi yang tinggi, serta nilai ekonomi sehingga berdampak pada kedaulatan," tutur Ono.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Hj Ijah Hartini mengungkapkan kegiatan ini dapat memperkaya khasanah kuliner berbasis kearifan lokal Jawa Barat. 

Ijah menyebut, tujuan lomba ini selain untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan gandum juga meningkatkan gizi keluarga dalam rangka mencegah stunting serta penguatan UMKM.

Kegiatan lomba akan dilaksanakan serentak di 27 kota kabupaten dengan melibatkan puluhan ribu peserta karena antusiasme masyarakat yang luar biasa.

“Hingga saat ini di masing-masing kota/kabupaten telah terdaftar 300 tim peserta dimana 1 tim terdiri dari 3 orang. Pemenang 1, 2 dan 3 dari tingkat kota kabupaten akan kembali mengikuti kompetisi di tingkat provinsi. Masyarakat umum juga kita undang untuk makan bersama makanan hasil olahan lomba," kata Ijah.

Load More