SuaraCianjur.id- Dalam situasi berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan korban jiwa, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengundang kritik publik.
Sebanyak 174 nyawa melayang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya, sementara ratusan orang lainnya masih mendapatkan penanganan medis dari pihak rumah sakit.
Hal yang membuat publik geram adalah, komentar Menpora, Zainudin Amali dalam akun Twitter @RadioElshinta tampaknya lebih mengkhawatirkan soal sanksi yang diberikan FIFA dan dampak pagaleran event sepakbola. Padahal saat ini kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang sedang menjadi luka mendalam bagi semua pihak, terutama keluarga korban.
"Saya diperintahkan Presiden menemui keluarga korban untuk bertaqziah dan menyampaikan rasa keprihatinan dan duka cita mendalam atas musibah ini. Semoga kita tidak disanksi FIFA atas peristiwa ini mengingat tahun depan kita akan menyelenggarakan FIFA World Cup U-20 2023," imbuh Zainudin Amali, Minggu (2/10/2022).
Sontak saja pernyataan dari Menpora itu mengundang reaksi dari publik, termasuk dari komika Indonesia, Ernest Prakasa.
"Pak @jokowi, menteri Anda ini lho," cuit Ernest akun Twitternya.
Tak hanya Ernest, publik Twitter pun turut berkomentar seolah geram dengan pernyataan dari Menpora tersebut. Banyak yang mengaku kecewa terkait dengan pernyataan dari Zainudin Amali, yang malah mementingkan sanksi dan keterlibatan di FIFA World Cup U-20.
"Sudah mati nuraninya Pak Menteri," kata warganet berkomentar.
"Pak Jokowi, mohon ini bawahan Anda dikendalikan enggak usah ngomong soal event mendatang dulu, fokus saja lah pada tragedi yang sedang terjadi," kata netizen lainnya.
Baca Juga: Update! Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan Tembus 170 Orang Lebih
"Kalau ini emang udah cocok sih jadi menterinya Jokowi, niremapti dan enggak kompeten," sahut netizen lainnya.
"Nyawa enggak penting ya pak yang penting sanksi FIFA," timpal lagi akun lainnya.
Seperti yang diketahui, insiden maut ini meletus usai pertandingan Arema FC vs Persebaya. Dari awal hingga akhir tak ada tanda-tanda kericuhan, semuanya berjalan kondusif.
Bahkan tidak ada suporter dari Persebaya Surabaya yakni Bonek yang turut hadir di Stadion Kanjuruhan.
Mereka dilarang untuk datang dalam pertandingan tersebut. Sehingga hampir sebagian besar pendukung adalah suporter Aremania.
Usai kekalahan dari tim tamu, para suporter tuan rumah merasa kecewa dan merangsek masuk ke area lapangan.
Hingga terjadilah tragedi maut sekaligus memilukan di sepanjang sejarah sepakbola Indonesia.
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG