SuaraCianjur.id- Tragedi Kanjuruhan Malang membuat sepkabola Indonesia berduka termasuk masyarakat luas. Termasuk kesedihan pun menyelimuti Persib Bandung.
Bukan karena laga melawan Persija Jakarta yang ditunda, tapi atas kejadian itu menjadi pukulan supaya sepakbola Indonesia bisa kembali lebih baik kedepannya.
Salah satu pemain Persib Bandung, Marc Klok pun berharap kepada suporter bola di Indonesia supaya bisa lebih mengendalikan emosi, pasca tragedi maut yang menimpa saudar suporter di Aremania.
Seperti diketahui, peristiwa nahas itu membuat ratusan nyawa melayang.
Bahkan Marc Klok pun sempat tidak percaya dan begitu terkejutnya kabar tentang insiden usai laga Arema FC vs Persebaya, pada hari Sabtu (1/10) kemarin.
Dalam akun Instagramnya, Marc Klok mengunggah foto dengan nunasa hitam putih. Termasuk caption yang cukup panjang, menuliskan soal insiden di Stadion Kanjuruhan Malang.
Adapun pesan dari Instagram @marcklok yang diunggah pada hari Selasa (4/10) kemarin, sebagai berikut:
"Tentang emosi yang tidak terkendali. Fakta gilanya, kerusuhan di Indonesia sudah menjadi hal biasa. Seharusnya tidak seperti itu. Tidak boleh terjadi.
Sepak bola adalah permainan, kita bisa menang, kita bisa kalah, kita bisa merayakan dan kita bisa menangis. Itulah keindahannya. Saya sedih bahwa gairah indah sepak bola di sini sering diterjemahkan ke dalam emosi yang tak terkendali dan invasi lapangan,” tulis Marc Klok.
Baca Juga: Rizky Billar Resmi Dipecat Jadi Host Dangdut Academy 5 Indosiar
Marc Klok juga mengatakan dengan keberhasilan Timnas Indonesia yang bisa dijadikan contoh untuk persatuan.
Menurutnya skuad para pemain Timnas Indonesia berasal dari klub berbeda namun bisa bersatu demi satu lambang yakni Garuda di dada.
"Melihat keberhasilan timnas akhir-akhir ini seharusnya menjadi refleksi bagi kita semua. Dengan perbedaan yang ada di dalam tim, baik dari latar belakang, warna kulit, maupun peran, semuanya kita kesampingkan.
Kami memiliki semangat dan tujuan yang sama untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik. Saya berharap tragedi kemanusiaan semacam ini tidak terjadi lagi di masa depan. Perlu diubah dan itu diubah dari sekarang!” kata dia.
Marc Klok pun mengaku sempat tak percaya dan bahkan terkejut hingga tak bisa berkata apapun.
"Sejujurnya saya pikir bahkan tidak menyadari secara mendalam tentang situasi seperti apa yang terjadi ini, betapa besar tragedi ini. Tapi saat saya mulai memikirkan semua orang yang meninggal saya pun membeku.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Mudik Gratis Kian Diburu Jelang Lebaran 2026, Jateng dan Jatim Jadi Tujuan Favorit
-
Ngabuburit Anti-Mainstream: Mandi Bola dan Pentingnya Penuhi Kebutuhan Bermain Bagi Anak Yatim
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan