/
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 07:00 WIB
Dokter Boyke di Malam Malam Net. (Foto Istimewa / Youtube NET TV)

SuaraCianjur.id- Ketika istri sedang dalam kondisi hamil masih banyak pertanyaan apakah melakukan hubungan intim aman atau tidak terhadap kandungan.

Untuk melakukan hal yang satu ini, memang suami istri harus banyak yang diperhatikan. Satu diantaranya adalah soal keamanan saat berhubungan intim.

Melakukan hubungan intim bukan sebuah halangan bagi ibu hamil. Dam aktifitas seksual ini memang aman dilakukan selama kandungan ibu sehat, kuat dan masih dalam pengawasan dokter.

Hubungan seksual pada ibu hamil biasanya tergantung dengan kebutuhan masing-masing pasangan. Bahkan bagi beberapa ibu hamil, menginginkan lebih banyak untuk melakukan hal itu, karena merasakan kebahagiaan ketika melakukannya.

Menurut Dokter Boyke, seperti melansir dari Youtube Net.TV, Kamis (6/10/2022) menyebutkan, kalau manfaat dari berhungan badan ketika hamil, bukan hanya memberikan kepuasan terhadap pasangan. Tapi juga memberikan kebaikan untuk kandungan.

“Seks yang membahagiakan itu pasti bagus untuk kehamilan. Karena sang istri merasa senang dan secara psikologis akan lebih santai dan merasa menjadi wanita yang dihargai  oleh pasangan,” kata Dokter Boyke.

Meskipun begitu, ibu hamil harus tahu waktu yang pas utnuk melakukan hubungan intim, supaya tidak membahayakan janin.

Cek kondisi kepada dokter dan riwayat kehamilan, wajib dilakukan sebelum berhubungan suami istri. Menurutnya untuk tiga bulan awal disarankan untuk tidak melakukan hubungan pasutridi atas ranjang.

“Biasanya di trimester pertama jangan dulu deh, tapi kalau ibu hamilnya sehat-sehat aja, kita anjurkan boleh kok berhubungan badan mau seminggu inggin berapa kali? dua kali, is okay,” terang Boyke.

Baca Juga: Hasil Investigasi Media The Washington Post Sebut Polisi Indonesia Lontarkan 40 Amunisi Picu Kengerian Kanjuruhan

Adapun waktu yang paling baik untuk rajin melakukan hubungan badan adalah ketika memasuki trimester kedua.

Menurut Dokter Boyke, pada waktu tersebut kandungan ibu sudah menjadi lebih sehat dan kuat. Termasuk istri sudah bisa berenergi dan lebih bergairah.

Mitos jika berhubungan badan ketika hamil akan menyakiti sang bayi adalah tidak benar.

Namun orgasme yang terjadi pada ibu hamil, mungkin dapat menyebabkan keguguran. Tapi hal ini akan terjadi terhadap para ibu yang kandungannya sangat sensitif.

Ketika mencapai ejakulasi pada sang pria, boleh dikeluarkan di luar Rahim. Atau diperbolehkan juga untuk dikeluarkan di dalam. Hal ini supaya hormone yang terdapat pada sperma, bisa merangsang mulut rahim dan membantu proses persalinan ibu.

Terutama pada kehamilan yang postmature atau kehamilannya melebihi 40 minggu. Maka sangat dilanjutkan, untuk sering-sering melakukan hubungan seksual.

Load More