SuaraCianjur.id- Polri akan melakukan revisi terhadao regulasi soal pengamanan dalam kegiatan olahraga. Hal itu akan dilakukan bersama instansi dan kementerian terkait.
Usai Tragedi Kanjuruhan Malang, Polsi langsung melakukan penyidikan termasuk evaluasi. Upaya itu dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi, agar insiden maut yang menewaskan 131 orang itu tak terulang kembali.
“Kemungkinan juga akan ada revisi (regulasi),” terang Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (8/10/2022) seperti dikutip dari Suara.com.
Dedi juga mengatakan, revisi yang dilakukan adalah regulasi keselamatan dan keamanan PSSI yang sudah ada, yakni edisi tahun 2021 kemudian juga dibuat regulasi yang baru.
“Revisi maupun pembuatan regulasi ini sudah berjalan dengan leading sektor Menpora,” jelas Dedi.
Irjen Pol Dedi juga menyebutkan, langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Polri dalam menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi.
Pertama adalah melakukan penyidik, Polri akan mendalami kembali termasuk akan melakukan langkah selanjutnya.
Polri sudah menetapkan enam orang tersangka atas Tragedi Kanjuruhan Malang. Tak hanya itu pihaknya juga telah menetapkan sebanyak 20 personel Polri, diduga melakukan pelanggaran kode etik, terkait peristiwa tersebut.
“Penyidik akan mendalami kembali dan akan dilakukan langkah lanjutan,” terangnya.
Kemudian untuk langkah selanjutnya soal regulasi, telah dipersiapkan bersama kementerian terkait, Polri, PSSI dan beberapa pihak lainnya.
“Regulasi tentang keselamatan, keamanan dan SOP dalam pengamanan pertandingan sepak bola,” jelas jenderal bintang tersebut.
Seperti yang diketahui, kalau Presiden Jokowi pada hari Rabu (5/10) kemarin memberikan instruksi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar secepatnya melakukan evaluasi.
Evaluasi yang diperintahkan harus secara menyeluruh termasuk soal pelaksanaan pertandingan sepak bola dan prosedur pengamanan pertandingan.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta mengklaim kalau penembakan gas air mata terpaksa dilepaskan, karena para suporter Aremania seolah tidak puas dengan hasil dari pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Suarabaya.
Mereka kemudian merangsek masuk ke area lapangan, setelah peluit pertandingan dibunyikan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Mobil Bekas 7 Seater untuk Keluarga yang Nyaman dan Ramah Kantong
-
Sulawesi Selatan Matangkan Persiapan HKG PKK Nasional 2026
-
Sinopsis Film Sarahs Oil: Dari Kemiskinan ke Jutaan Dolar, Kisah Nyata yang Menginspirasi
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Gaji UMR Kediri, Selera Senopati: Ketika Gengsi Jadi Kendaraan Menuju Kebangkrutan
-
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 April 2026: Raih Skydive Undersea, Doctor Red, dan Topi
-
Menantea Pamit Total April 2026, Jerome Polin Bongkar Skandal Penipuan Internal Tembus Rp38 Miliar