- ASDP menunda pengalihan lintasan untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional lebih matang.
- Lonjakan kendaraan pasca Lebaran jadi pertimbangan utama agar tidak terjadi gangguan arus penyeberangan.
- Lintasan Bajoe–Kolaka tetap berjalan, disertai rencana digitalisasi layanan melalui sistem Ferizy.
Suara.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memundurkan pengalihan lintasan kapal ferry dari Bajoe–Kolaka ke Siwa–Kolaka. Awalnya, lintasan tersebut mundur mulai 10 April 2026, tapi diundur menjadi 1 Mei hingga 1 Juni 2026.
Keputusan ini diambil untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya pasca Lebaran.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan operasional di lapangan.
"Penyesuaian jadwal ini kami lakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan kondisi operasional di lapangan. Kami ingin memastikan pengalihan lintasan nantinya tidak mengganggu arus penyeberangan maupun distribusi logistik," ujar Heru dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, lonjakan volume kendaraan, terutama angkutan logistik, menjadi salah satu faktor penting yang perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan kepadatan yang berpotensi menghambat mobilitas.
Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, Pelabuhan Bajoe tercatat melayani sekitar 31 ribu penumpang dan 62 ribu unit kendaraan. Angka ini menunjukkan peran vital jalur penyeberangan sebagai penghubung utama mobilitas dan distribusi barang antarwilayah.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, memastikan operasional lintasan Bajoe–Kolaka tetap berjalan normal selama masa penyesuaian.
"Untuk mendukung kelancaran layanan ke depan, kami akan menerapkan sistem digitalisasi melalui Ferizy pada lintasan Siwa–Kolaka. Implementasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi, memperkuat akurasi data, serta memberikan kemudahan akses bagi pengguna jasa secara tertib, transparan, dan terintegrasi," kata Anom.
Dengan langkah ini, ASDP menegaskan komitmennya menjaga layanan penyeberangan tetap andal dan minim risiko, sekaligus memastikan proses pengalihan lintasan nantinya berjalan optimal tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis