- 18 emiten terkena force delisting yang terdiri dari 7 perusahaan pailit dan 11 emiten yang sahamnya telah disuspensi lebih dari 50 bulan.
- Delisting akan berlaku pada 10 November 2026, dengan tahapan buyback dimulai sejak Mei hingga awal November 2026.
- Emiten yang terdampak tetap harus memenuhi kewajiban, termasuk melakukan pembelian kembali saham sebagai bentuk perlindungan investor.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan daftar perusahaan tercatat bakal dilakukan penghapusan saham secara paksa (force delisting).
Seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI, terdapat 18 perusahaan bakal dipaksa keluar dari papan perdagangan atau delisting.
Rinciannya, tujuh diantaranya dalam status pailit. Sementara 11 emiten sudah suspensi perdagangan sahamnya lebih dari 50 bulan.
"Bursa memutuskan penghapusan pencatatan efek (delisting) kepada perusahaan tercatat yang efektif tanggal 10 November 2026," tulis pengumuman BEI yang diikutip Minggu (12/4/2026).
BEI juga meminta seluruh emiten yang terdampak dari delisting ini untuk melaksanakan pembelian kembali alias buyback saham.
"Perusahaan tercatat yang telah diputuskan delisting tetap memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat, sampai dilakukannya efektif delisting sebagaimana ditetapkan oleh BEI," tulis pengumuman BEI.
Selain itu, pengumuman Keputusan Delisting kepada Publik dan Penyampaian surat pemberitahuan keputusan delisting dan imbauan buyback kepada perusahaan dengan menembuskan kepada pihak OJK 10 April 2026.
Adapun, batas penyampaian keterbukaan informasi buyback dan mulai pelaksanaan buyback oleh perusahaan 10 Mei 2026. Adapun masa pelaksanaan buyback oleh perseroan 11 Mei hingga 9 November 2026.
Berikut ini daftar lengkap emiten yang akan delisting oleh BEI yang efektik 10 November 2026:
Baca Juga: Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini
- PT Tianrong Chemcial Industri Tbk (TDPM)
- PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
- PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
- PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)
- PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
- PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
- PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
- PT Cahaya Permata Sejahtera Tbk (UNIT)
- PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
- PT Cowell Development Tbk (COWL)
- PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)
- PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
- PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
- PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
- PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
- PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
-
Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik
-
Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang