SuaraCianjur.id- Cara mencegah menopause dini bagi para wanita diberi penjelasan oleh pakar Seksolog dr.Boyk. Wanita wajib tahu tentang ini,
Menurut dr.Boyke menjelaskan menopause dini bisa disebabkan karena sebuah penyakit. Penyakit itu harus diwaspadai supaya wanita tidak mengalami hal tersebut.
Menurut dr.Boyke awalnya ada seorang wanita yang datang dan mengeluh tentang menopause dini. Wnaita tersebut masih berusia 42 tahun.
Melansir dari Sonora FM, wanita tersebut menjelaskan kepada dr.Boyke kalau dirinya merasakan sakit ketika menstruasi tiba. Rasa sakit itu disertai dengan siklus yang tidak teratur.
Menurut dr.Boyke jika hal itu terjadi bisa disebebkan oleh penyakit bernama endometriosis. Penyakit ini kerap menyerang kepada wanita ketika dalam fase subur, dan perlu diwaspadai.
"Menstruasi yang sakit jangan salah itu penyakit endiometris itu sering kali menyerang wanita wanita yang usia subur," terang dr.Boyke, seperti dikutip Jumat (21/10/2022).
Menurut dr.Boyke kedatangan menopause dini bisa terjadi secara spontan, tanpa ada penyebab jelas sebelumnya. Maka dari itu para wanita sebaiknya menjaga kesehatan agar tak mengalami fase tersebut, di umur yang masih dini.
Kata dr.Boyke wanita di Amerika Serikat rata-rata mengalami menopause ketika sudah memasuki usia 52 tahun. Sementara wanita di Indonesia pada umumnya akan mengalami dalam usia 49 sampai 50 tahun.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah menopause dini kata dr.Boyke. Pertama bisa mengkonsumi menoherbal. Kemudian herbal yang mengandung vitoestrogen untuk meningkatkan hormon estrogen.
Baca Juga: Korban Meninggal Dunia Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah Seorang Lagi
Lalu jalankan pola hidup sehat seperti mengonsumsi nasi merah. Jangan lupa untuk melakukan olahraga secara rutin dalam kurun waktu 20 sampai 30 menit setiap hari.
Wanita juga hrus menjaga berat badan agar tetap ideal. Lalau konsumsi susu kedelai, tempe, dan tahu karena memiliki kandungan vitoestrogen.
Adapun ciri-ciri yang bisa dirasakan oleh wanita ketika fase menopause tiba kata dr.Boyke seperti mengalami hot flashes yakni sensasi panas dalam tubuh yang muncul tiba-tiba, terutama pada bagian tubuh atas. Ada juga mengalami susah tidur, haid yang tidak teratur, dan hormone yang menurun.
Jadi jika sudah megalami hal-hala yang disebutkan oleh dr.Boyke ada baiknya untu dicegah dari sekarang sebelum memasuki menopause sebelum waktunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Mei 2026, Pilihan Investasi Gadget Jangka Panjang
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
Situasi Memanas di Tanah Sareal: Warga Tantang Oknum Pencopot Spanduk Tolak Sampah
-
Park Ji Hoon Bintang The Kings Warden Siap Gelar Fancon di Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak