SuaraCianjur.id- Pihak keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, merasa curiga dengan pernyataan dari Bharada E yang mengaku tak bisa menolak perintah dari Ferdy Sambo untuk menjadi penembak di Duren Tiga.
Menurut Bibi dari Brigadir J, Rohani Simanjuntak heran dan menaruh curiga atas sikap dari Bharada E tersebut. Ia menilai seolah ada yang janggal dalam pengakuan dari Bharada E itu.
Menurut Rohani Simanjuntak, Bripka Ricky Rizal (RR) saja mampu untuk menolak permintaan yang sama dari Ferdy Sambo.
"(Bharada E) Dia tidak bisa menolak katanya tapi dia seharusnya bisa. RR saja bisa menolak kenapa dia tidak bisa menolak? Harusnya memberikan keamanan pada Yosua (Brigadir J)," kata Rohani seperti dikutip dari Program Kompas Petang di Youtube KOMPAS TV, seperti dilihat pada hari Minggu (23/10/2022).
Meski Bharada E sudah meminta maaf dan mohon maafnya diterima oleh keluarga dari Brigadir J, Rohani menilai tetap saja harus mendapatkan hukuman, karena sudah menghilangkan nyawa ponakannya.
"Namanya sudah membunuh harus dihukum, dengan apa yang sudah ditentukan dari negara kita. Ia (Bharada E) sudah menghilangkan nyawa seseorang.” Jelas Rohani.
Rohani bahkan mengungkapkan akan menunjukan sebuah bukti dalam persidangan nanti, yakni berupa hasil dari autopsi almarhum.
"Kami ada bukti-bukti yang sudah tercantum di ponsel kami. Seperti luka-luka tembak dan sayatan yang kami lihat, dan akan kami saksikan di sana,"jelas Rohani.
Rohani juga menyampaikan kalau pihak keluarga direncanakan akan turut hadir dalam persidangan dan memberikan kesaksian. Disebutkan sebanyak 12 orang saksi turut dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo cs.
Baca Juga: Rizky Billar Resmi Akan Laporkan Satria Mulia ke Polisi, Ini Kronologi Lengkapnya
Sumber: Youtube Kompas TV
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
2 Malam Tanpa Serangan ke Iran, Amerika Krisis Pasokan Rudal dan Senjata Makin Menguat
-
Indeks CFX10 Mulai Melesat, Bitcoin Hingga Ethereum Naik Tinggi
-
Marselino Ferdinan Absen Laga Timnas Indonesia vs Kamboja? John Herdman Bilang Begini
-
Belajar dari Bentrokan di Matraman, Pemprov DKI Harus Perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM
-
Dari Satu Destinasi Ke Destinasi, Transportasi Umum Menemani Cerita Hariku
-
Spesifkasi PC Minecraft Java Edition Naik, RAM 4 GB Tak Lagi Kuat!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
-
Sensasi Menembus Langit Jakarta Melalui Jalur Langit Transjakarta
-
Anggota TNI Meninggal saat Bantu Kejar Pengedar Narkoba
-
Mendagri Cap Penabrak Parade Gay Berlin Pelaku Teror, Abdul Ballout Pernah Mau Gabung dengan ISIS