- Koalisi organisasi masyarakat sipil mendesak Kementerian Keuangan menyederhanakan struktur tarif cukai tembakau guna menekan konsumsi produk rokok.
- Kompleksitas delapan lapisan tarif cukai saat ini memicu fenomena penurunan konsumsi ke produk rokok yang lebih murah.
- Aktivis menuntut audiensi dengan pemerintah untuk merumuskan kebijakan cukai yang mendukung kesehatan masyarakat sekaligus menjaga penerimaan negara.
Suara.com - Executive Director Indonesia Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), Manik, membeberkan pandangan koalisi organisasi masyarakat sipil mengenai arah kebijakan cukai rokok yang ideal.
Hal itu disampaikan usai orasi dalam aksi damai bertajuk "Program Rokok Murah" yang digelar Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menurutnya, penyederhanaan tarif cukai merupakan langkah kunci untuk menekan konsumsi produk tembakau.
"Sebenarnya kalau layer itu banyak yang udah bilang ya, yang paling idealnya kalau bisa ya udah cuma dibatasi antara rokok kretek mesin, putih mesin, sama tangan gitu ya, bahkan yang mesin digabung aja sekalian gitu, itu idealnya," tutur Manik seusai orasi aksi damai tersebut, Kamis (11/6/2026).
Manik menambahkan bahwa struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) di Indonesia saat ini merupakan salah satu yang paling rumit dengan jumlah delapan lapisan.
Kompleksitas ini dinilai memicu fenomena down trading, yaitu perpindahan konsumsi masyarakat ke produk rokok yang harganya jauh lebih murah, sehingga turut berdampak pada penurunan penerimaan negara.
"Salah satu alasan kenapa juga penerimaan kita kemudian turun adalah karena banyaknya down trading, rokok-rokok murah. Dan kenapa rokok-rokok murah itu ada? Ya karena layer cukai rokoknya pun juga sebanyak itu," ujar Manik.
"Jadi harapannya kalau kami, yang paling penting saat ini adalah bukan justru nambah jadi 9, tapi kalau dari 8 kurangilah jadi 7 gitu misalnya, dan lain sebagainya," tambahnya.
Di sisi lain, Project Lead for Tobacco Control dari Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), Beladenta Amalia, memaparkan langkah dan agenda koalisi selanjutnya pascaaksi damai tersebut.
Baca Juga: Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu
Pihaknya berharap pesan yang disampaikan melalui aksi ini dapat didengar langsung oleh jajaran pengambil keputusan di Kementerian Keuangan, termasuk Menteri Keuangan.
Bela juga menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap ruang audiensi yang bersifat teknis guna merumuskan jalan keluar terbaik bagi kesehatan masyarakat maupun pendapatan negara.
"Kita sebenarnya terus terbuka kalau untuk ada dialog, gitu, kita udah beberapa kali mengirim surat tapi tidak dipanggil kayak gitu untuk bertemu untuk audiensi. Jadi harapannya setelah ini kita bisa berdiskusi secara damai gitu ya. Kita bisa memberikan masukan gitu dari segi teknis juga yang seharusnya seperti apa untuk win-win solution," ujarnya.
Manik juga mengingatkan pemerintah agar tidak bersikap defensif atau menganggap kritik dari masyarakat sipil sebagai serangan pribadi.
Sebaliknya, ia berharap pemerintah bersedia duduk bersama untuk mendengar masukan demi kebaikan negara.
"Yang paling penting sih jangan sampai pemerintah juga melihat bentuk kritik yang dilakukan masyarakat ini sebagai bentuk serangan, bahkan serangannya personal gitu," tutup Manik.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu
-
Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos
-
Koalisi Sipil Tolak RUU Polri, Nilai Penyusunannya Ugal-Ugalan dan Tak Transparan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Plt Gubernur BI
-
Gubernur Jatim & Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi Sinergitas
-
Mengapa Pengunduran Diri Gubernur BI Diumumkan Orang Istana , Di Mana Perry Warjiyo?
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu
-
Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang
-
Drama Teach You a Lesson, Aksi Agen BPHP dalam Menumpas Kejahatan Remaja
-
Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Ajang Jember Fashion Carnaval 2026
-
Bentrok PSHT vs Ormas Maluku Satu Rasa di Surabaya, 3 Orang Terluka
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
-
Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri