- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong sektor kesehatan menjadi penggerak ekonomi nasional untuk mencapai target pertumbuhan delapan persen.
- Sektor kesehatan, farmasi, dan alat kesehatan memiliki laju pertumbuhan tinggi yang berpotensi menyerap dua juta tenaga kerja baru.
- Pemerintah menggunakan data Sensus Ekonomi 2026 untuk menyusun regulasi tepat sasaran guna mendukung pengembangan industri kesehatan oleh pihak swasta.
Suara.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut sektor kesehatan berpotensi menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membantu menciptakan jutaan lapangan kerja baru setiap tahun.
Oleh sebab itu, Budi mendorong para pelaku usaha rumah sakit, klinik, alat kesehatan, dan farmasi untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan target Presiden Prabowo Subianto mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dan menyerap sekitar 2 juta tenaga kerja baru setiap tahun.
“Kita harus mengerahkan waktu dan tenaga kita untuk mengejar sektor-sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pertumbuhan negara. Karena negara kan pertumbuhannya 5,6. Kalau kita ngejar yang 3 dinaikin 4, ya gimana bisa capai angka 8,” kata Budi saat memberikan sambutan dalam pembukaan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama Badan Pusat Statistik di kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan sektor kesehatan merupakan salah satu bidang yang memiliki laju pertumbuhan di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, jasa kesehatan tumbuh sekitar 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara industri farmasi tumbuh 7,5 persen dan industri alat kesehatan mencapai 12 persen.
Menurut Budi, capaian tersebut menunjukkan sektor kesehatan memiliki peluang besar untuk didorong menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kalau industri kesehatan ini kita garap dengan benar, itu 8 persennya jadi lebih jelas," ujarnya.
Budi menjelaskan industri kesehatan secara global terdiri atas tiga sektor utama, yakni industri farmasi, industri alat kesehatan, dan industri jasa kesehatan seperti rumah sakit maupun klinik. Ketiganya disebut memiliki kontribusi yang relatif seimbang terhadap ekosistem ekonomi kesehatan.
Karena itu, pemerintah ingin menjadikan data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi sektor kesehatan.
Baca Juga: Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan regulasi yang dapat mendorong pertumbuhan sektor swasta.
Ia menambahkan, sebagian besar aktivitas ekonomi nasional berasal dari sektor swasta. Karena itu, regulasi yang tepat diperlukan agar dunia usaha dapat berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Satu-satunya senjata saya adalah saya punya bolpen yang bisa tanda tangan regulasi. Nah kalau regulasinya menterinya pinter, bikin regulasi yang swastanya jadi mau tumbuh. Kalau menterinya bodoh, dia tanda tangan regulasinya malah swastanya negatif,” ujarnya.
Budi juga meminta seluruh pelaku industri kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, laboratorium, hingga praktik dokter mandiri, untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, partisipasi tersebut penting agar pemerintah memiliki data yang akurat dalam menyusun kebijakan.
Berita Terkait
-
Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
-
Desa Harus Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Benteng Ketahanan Pangan
-
Ramai Isu Ditawari Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Menkes Budi Buka Suara
-
Olahraga Pagi dan Kesehatan Mental: Kebutuhan atau Sekadar Tren?
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan