/
Senin, 24 Oktober 2022 | 16:02 WIB
Foto Dok. Humas Polda Jabar

SuaraCianjur.id- Soal motif pelaku penusukan terhadap bocah perempuan di Kota Cimahi hingga menyebabkan tewas dibongkar Polisi.

Motif dari pelaku penusukan bernama Rizaldi Nugraha Gumilar alias Ical, secara tega menusuk korban bernama PS, ketika pulang mengaji karena aiibat ejekan .

Korban yang baru berusia 12 tahun itu ditusuk oleh Ical ketika baru pualng dari pengajian.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo, penusukan kepada PS dilatar belakangi dari keinginan Ical untuk memiliki handphone.

Menurut Ibrahim Tompo, di tanggal 19 Oktober 2022 kemarin, pelaku bermaksud untuk meminjam HP kepada temannya berinisial G. Namun pelaku diledek oleh rekannya itu, karena tak mempunyai HP.

"Tanggal 19 itu tersangka mau minjam HP dari temannya bernama G. Tapi oleh temannya itu diledek 'wah kamu, ini sudah tahun 2022 masih belum punya HP, usaha dong.'," ungkap kombes Pol Ibrahim kepada awak media, Senin (24/10/2022).

Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, jika pelaku setelah mendapatkan ledekan itu merasa sakit hati. Kemudian Ical terlintas dalam pikirannya untuk mencari HP dengan cara yang tidak benar.

Kemudian Ical meminjam motor temannya dan pergi dari rumahnya sambil membawa tas. Diketahui dalam tas tersebut ternyata pelaku sudah menyiapkan sebuah sangkur. Dalam perjalanannya pelaku berkeliling untuk mencari mangsa yang untuk jadi sasaran dirinya.

Ketika tiba di TKP, Ical melihat PS sedang berjalan dengan temannya. Dirinya berpikir bocah tersebut bisa menjadi sasarannya.

Baca Juga: Viral! Chef Juna Makan Nasi Rawon di Warteg, Netizen: Aslinya Baik dan GakRewel Kaya Pas Jadi Juri

Kemudia setelah itu pelaku menunggu ketika korban berjalan di tempat yang sepi.

"Tersangka turun dan mengejar korban, pada saat itu dikejar , korban sempat lari," kata Ibrahim Tompo.

Ketika sudah dekat dengan korban Ical langsung menikam PS dengan sangkur yang telah dibawanya dalam tas.

Setelah menikam, Ical sempat menggeledah barang bawaan korban tapi tidak menemukan HP, yang menjadi incarannya. Termasuk ketika memeriksa tubuh korban, pelaku tidak menemukannya.  Korban pun berteriak hingga membuat pelaku melarikan diri.

"Setelah ditikam, digeledah tas korban dan tidak ditemukan barang yang diharapkan. Dia menggeledah badan juga tidak ditemukan. Lalu korban berteriak minta tolong dan akhirnya tersangka melarikan diri," jelas Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Seperti yang diketahui, seorang bocah bernama PS tergeletak pada hari Rabu (19/10) lalu, usai mendapatkan tusukan dari seorang pelaku. Insiden itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Lokasinya berada dalam sebuah gang, yang tak jauh dari rumah korbanPS ditusuk ketika diirnya pulang dari pengajian Masjid At-Taqwa.

Kemudian bocah yang ditusuk itu meninggal dunia di rumah sakit, karena mengalami luka parah di bagian punggung, akibat ulah pelaku. Kejadian itu semuanya terekam dalam CCTV dan viral di media sosial.

Load More