SuaraCianjur.id – Fahri Bachmid selaku pengacara Nikita Mirzani, menjelaskan alasan kliennya tersebut berteriak histeris saat proses penahanan, pada Selasa (25/10/2022) lalu.
Berdasarkan keterangan Fahmi, sang klien berteriak histeris karena mendapat perlakuan yang membuatnya merasa tak nyaman selama proses hukum berlangsung.
“Bayangkan saat tengah malam rumah dia didatengin petugas, digrebek, ditangkap di tempat umum, tentu hal wajar kalo klien saya sampai teriak-teriak diperlakukan seperti itu terus,” terang Fahmi.
“Lalu dia (Nikita) datang baik-baik ke kejaksaan, tapi malah diperlakukan seperti ini,” sambungnya.
Sebelumnya diketahui, Nikita Mirzani sendiri sempat dijemput secara paksa tanpa melihat situasi oleh Polresta Serang Kota, Pada Selasa (15/06/2022) lalu.
Selanjutnya dirinya juga pernah ditangkap di tempat umum saat bersama anaknya, yaitu di mall Senayan City, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/07/2022).
Upaya penangkapan paksa terus-menerus itulah yang Fahmi akui membuat kliennya merasa tak nyaman dan panik, hingga berakhir histeris.
Hingga kini, sang pengacara membebrkan jika kondisi Nikita sudah mulai tenang dan bisa tertawa, tidak seperti saat berada di dalam gedung Kejari Serang sebelumnya.
“Kondisinya sudah mulai baik, tenang, dan sudah bisa ketawa lagi,” pungkas Fahmi.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ditahan di Rutan Serang, Video Ngamuk Sebut Nama Ferdy Sambo Viral
Nikita Mirzani sendiri ditahan karena tersandung kasus UU ITE atas tuduhan pencemaran nama baik, berdasarkan laporan Dito Mahendra.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?