Sukabumi.suara.com – Nikita Mirzani kembali berurusan dengan kepolisian, dan kali ini secara resmi ditahan di rutan Serang. Kasus yang membuat Nikita akhirnya ditahan lantaran terkait laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan Dito Mahendra ke Polres Serang Kota.
Untuk diketahui, kasus pencemaran nama baik ini juga melibatkan salah satu publik figur lain yang diduga kekasih dari Dito Mahendra, yakni Nindy Ayunda.
Sejak beberapa bulan lalu, Nikita Mirzani pun sebenarnya sudah beberapa kali didatangi oleh pihak kepolisian di rumahnya. Namun ia beberapa kali menolak menjalani pemeriksaan dan dinilai tidak kooperatif.
Adapun penahanan Nikita Mirzani pada Selasa (25/10/2022) kemarin, kabarnya dilakukan agar artis tersebut kooperatif menjalani pemeriksaan. Ia rencananya akan ditahan selama 20 hari ke depan, hingga tanggal 13 November mendatang.
Satu hal yang menaik perhatian publik adalah saat-saat di mana Nikita Mirzani diketahui ‘ngamuk’ dan menangis di Polres Serang Kota. Di media sosial beredar video yang menyorot situasi kantor kepolisian di mana terdengar suara Nikita Mirzani berteriak karena tak terima di tahan.
Dalam amukannya tersebut, Nikita Mirzani nampak mengucapkan hal-hal yang mencuri perhatian, salah satunya menyebut nama Ferdy Sambo, dan menuduh pihak kepolisian dibayar oleh Dito Mahendra.
“Siapa Dito Mahendra, siapa? kasih tahu saya, berapa kalian dibayar, kasi tahu saya?” ujar Nikita Mirzani.
“Aku terbukti tidak salah di Jakarta Selatan, jangan gila kalian semua sama di mata hukum,” teriaknya lagi, dalam video yang diunggah melalui akun @jktnewss.
Lain itu, Nikita Mirzani juga membandingkan kasus Dito Mahendra dengan kasus Ferdy Sambo.
Baca Juga: Orang Tua Brigadir J Siap Bersaksi Hadapi Ferdy Sambo cs di Persidangan
“Apa kabar dengan hukum?! Kenapa kasusnya Dito nggak jalan-jalan?! Padahal dia nyulik, sama kasusnya kayak Ferdy Sambo tidak jalan di Jakarta Selatan,” ujar Nikita Mirzani lagi.
Terbaru, pihak kuasa hukum Nikita Mirzani yakni Fahmi Bachmid menyebut jika alasan perempuan tersebut mengamuk adalah karena merasa diperlakukan tidak adil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
5 Bedak Padat Wardah Untuk Menutupi Flek Hitam, Harga Murah Coverage Juara
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
5 AC Portable Terbaik untuk Kamar Kos yang Hemat Energi, Nggak Perlu Instalasi Ribet!
-
5 Rekomendasi Kulkas Dengan Watt Kecil Terbaik 2026, Efisien untuk Jangka Panjang
-
Ogah Foto Gratisan, Pinkan Mambo Todong Fans Pakai Kantong Kresek: Duitnya Mana?
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
2 Tablet Oppo Terbaru Segera Rilis, Fitur Mewah dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
Dana Rp90 Miliar untuk Perbaikan Jalan Teluk Kuantan, Demi Pacu Jalur 2026