/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 18:54 WIB
Adik dari Brigadir J bernama Mahareza Rizky saat hadir dalam persidangan untuk menjadi saksi bagi terdakwa Bharada E (Foto: Dok. Suara.com - M. Yasir)

SuaraCianjur.id - Malam hari usai Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di eksekusi, Reza Hutabarat adiknya diminta untuk datang ke Biro Provost Mabes Polri, pada 8 Juli 2022, di malam harinya.

Permintaan itu, dilakukan oleh ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq. Ajudan tersebut menelepon Reza untuk datang ke Biro Provost. 

Sebelum telepon ditutup, Daden tanyakan soal kepemilikan senjata api terhadap Reza.

"(Ditanya senjata api)Saya jawab tidak,” kata Reza.

Reza pun berangkat ke Biro Provost. Namun ditengah perjalanan ia menyambangi rumah Ferdy Sambo di Saguling. 

Reza dalam perjalanannya ke Biro Provost malah terhenti dan memilih berkunjung ke rumah Ferdy Sambo di Saguling. 
 
Melihat Reza ada di depan rumah, Daden pun kaget. Saat itu Daden kembali menanyai soal senjata api. 

Tidak hanya menanyakan saja, Reza saat itu digeledah oleh Daden. Ia pun merasa kebingungan dengan penggeledahan tersebut. 

"Beliau (Daden Ajudan Ferdy Sambo) geledah saya sampai ke ujung kaki dan minta buka jok motor saya," kata Reza.

Reza mengakui, ia tidak menyadari saat dilakukan penggeladahan tersebut, kakaknya Brigadir J baru saja usai dieksekusi.

Baca Juga: 5 Kontroversi Kanye West sampai Dijuluki 'King of Drama', Terbaru Komentar Anti-Semit

"Saat itu (di geledah Daden) saya belum tau ternyata Abang sudah ditembak," kata Reza. (*)

Sumber : SuaraBandung.id

Artikel ini telah tayang di SuaraBandung.id, dengan judul : Diperlakukan Tak Biasa oleh Ajudan Ferdy Sambo, Cerita Adik Brigadir J di Malam Mengerikan, Anggota Tubuh Digerayangi Cari Benda Ini

Load More