/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 18:07 WIB
Adik Brigadir J, Mahareza Rizky Hutabarat. Adik Brigadir J,  Reza Hutabarat mengaku malam itu seolah biasa. Namun, ada hal yang membuatnya bertanya-tanya saat tiba di rumah Saguling. (Suara.com/M Yasir)

SuaraBandung.id -  Jumat (8/7/2022) malam, sudah sunyi. Tak ada lagi canda dan tawa Brigadir J di rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling.
 
Adik Brigadir J,  Reza Hutabarat mengaku malam itu seolah biasa. Namun, ada hal yang membuatnya bertanya-tanya saat tiba di rumah Saguling.
 
Apa yang dirasakan Reza ini semua terungkap di ruang persidangan di mana Ferdy Sambo akan dihakimi oleh hukum negara ini.
 
Seperti diketahui, Reza Hutabarat dihadirkan dalam sidang pemeriksaan saksi dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
 
Saat itu Reza memberi banyak kesaksian dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer alias Bharada E.
 
Reza yang merupakan adik kandung Brigadir J tercatat sebagai anggota polisi yang saat ini bertugas di Yanma Jambi.
 
Di hadapan hakim, Reza menjawab segala pertanyaan seputar senjata api pascakejadian penembakan sang kakak. 
 
Dari sana Reza mengungkap apa yang sama sekali belum diungkap di media.
 
Dia mengaku ditelepon oleh ajudan Ferdy Sambo, Daden Al Haq, pada malam hari tepat setelah sang kakak dieksekusi mati.
 
Reza ingat betul, kejadian tersebut terjadi pada 8 Juli 2022. 
 
Saat itu Reza tiba-tiba sata ditelepon Daden ajudan Ferdy Sambo.
 
Saat itu Reza sedang berada di indekos di dekat Saguling tempat ia tinggal. 
 
Dari telepon Deden, Reza mengaku ditanyai seputar senjata api yang dimilikinya.
 
"(Ditanya senjata api)Saya jawab tidak,” kata Reza pada Selasa 25 Oktober 2022.
 
Kemudian, Deden meminta Reza untuk datang ke Biro Provost Mabes Polri.
 
Namun, saat itu Reza tidak langsung ke lokasi yang diminta Deden.
 
“Setelah itu Daden (Ajudan Ferdy Sambo) nyuruh saya untuk datang ke Biro Provost Mabes Polri, tapi saya izin untuk ambil laundry dulu sebelum berangkat," katanya.
  
Entah kenapa, langkah kaki Reza malah terhenti di Saguling, bukan di Biro Provost.
 
Reza dalam perjalanannya ke Biro Provost malah terhenti dan memilih berkunjung ke rumah Ferdy Sambo di Saguling. 
 
Deden yang memberi perintah untuk ke Biro kaget melihat Reza malah ke Saguling.
 
Saat bertemu itu, Daden kembali menanyai soal senjata api.
 
Kemudian, ada yang tidak biasa dialami Reza. Saat itu Reza sampai digeledah apakah membawa senjata api atau tidak.
 
Daden menggeledah Reza untuk memastikan dirinya membawa benda tersebut atau tidak.
 
"Beliau (Daden Ajudan Ferdy Sambo) geledah saya sampai ke ujung kaki dan minta buka jok motor saya," kata Reza.
 
Dari sana Reza sudah curiga dengan tingkah Daden yang terus menanyakan soal senjata api, namun tidak sampai berpikir jika kakaknya sudah dihabisi. 
 
Reza mengaku tidak ambil pusing dengan perilaku Daden yang benar-benar di luar kebiasaan. 
 
"Saat itu (di geledah Daden) saya belum tau ternyata Abang sudah ditembak," kata Reza. (*)
 
 
 
 

Load More