SuaraCianjur.id- Ketika di sela-sela kegiatan persiapan pengamanan KTT G20 di Bali sebuah momen dibagikan Irjen Pol Krishna Murti yang turut menampilkan para petinggi Polri.
Tampak ada Kapolri Jenderal Listyo Sigiti beserta pejabat utama Mabes Polri yang sedang lesehan sambil menyantap makan siang dari nasi kotak.
Momen itu dibagikan oleh Irjen Pol Krishna Murti dalam akun Instagram pribadinya. Mereka semua sedang duduk di atas rumput sambil menyantap makanan.
Ada tebak-tebakan dari Kadiv Hubinter Polri tersebut.
“Siapa yang tau tiga orang di sebelah kiri saya? Sebutkan nama dan jabatannya serta tag IG nya. Berhadiah giveway sabun @Kallahair.official banyak dari saya.. #kmupdates,” begitu kata Irjen Pol Krishna Murti, dilihat dari Instagramnya, Selasa (8/11/2022).
Siapa sangka ternyata sosok yang berada tepat disebelah Irjen Pol Krishna Murti itu adalah seorang sosok yang dijuluki "Kapten Jack" alias Irjen Pol Slamet Uliandi.
Dia adalah anggota dari Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,yang terjun untuk mengusut kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J diotaki Ferdy Sambo.
Situasi tersebut dibagikan oleh Irjen Pol Krishan Murti ketika sedang beristirahat usai melakukan apel bersama, dalam rangka persiapan pengamanan acara KTT G20 di Bali.
Siap Kapten Jack ini?
Jadi begini, ketika kasus Ferdy Sambo mencuat ke publik dan banyak mengundang tanda tanya besar di masyarakat, Kapolri langsung terjun untuk menyelidiki dan kembali melihat lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Kapolri Terkejut saat Sidak Satpas SIM Polda Metro Jaya, Lihat Ada Krishna Murti Lagi Bikin Sim
Ketika sudah menemukan titik terang, maka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk menangani kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, yang menjadi sorotan publik.
Berjalannya waktu Irjen Pol Slamet Uliandi turut menjadi sorotan. Sosoknya sebagai perwira tinggi yang turut bertugas dalam timsus bentukan Kapolri.
Perannya bukan main lagi, Kapten Jack lah yang menjemput Ferdy Sambo dari kediamannya, dan menggotong mantan Kadiv Propam Polri itu ke Mako Brimob.
Tugas yang diberikan Kapolri itu diselesaikan secara baik oleh Kapten Jack alias Irjen Slamet Uliandi
Anggota Polri kerap memanggil dirinya sebagai Kapten Jack. Dirinya menunaikan misi yang diemban, untuk menggiring Ferdy Sambo ke tempat khusus (patsus) di Markas Komando Brimob.
Kenapa Dijuluki Kapten Jack
Bukan tanpa alasan dirinya dijuluki hal itu. Irjen Pol Slamet Uliandi menjadi Kepala Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Polri. Dia mendapatkan panggilan itu karena postur tubuhnya yang tinggi diatas rata-rata orang Asia Tenggara. Selain tinggi dia juga besar, akibatnya dia mendapatkan julukan Kapten Jack.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Review Drama Alice in Borderland, Teka-Teki Permainan Kartu yang Mematikan
-
Kejagung Geledah Empat Perusahaan Milik Don Ritto Terkait Kasus Febrie Adriansyah
-
Ada Kasus Wamen Hukum hingga Sekjen DPR, KPK Beberkan Perkara yang Berakhir Dihentikan
-
Jangan Asal Cas! Ketahui 9 Tips Jitu Bikin Baterai Android Awet Seharian
-
John Herdman Terpaksa Coret Marselino Ferdinan Hingga Piala AFF 2026 Selesai
-
Heboh Gawang Persebaya Dicuri, Dipatahkan Jadi 16 Potong, Dua Pria Kini Berakhir Apes
-
Review Hanasui Power Bright Expert Serum, Beneran Bikin Cerah Cuma dalam 7 Hari?
-
Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
-
Zulhas Ultimatum Appi Soal PSEL: Dua Pekan Harus Beres, Kalau Tidak Diambil Alih Gubernur
-
TNI AD Didorong Terus Berbenah Ikuti Perkembangan Zaman