SuaraCianjur.id - Tak kurang dari 24 jam, polisi berhadil berhasil menangkap pelaku pembunuhan mahasiswa Universitas Padjajaran.
Pelaku yang diketahui berinisial FA (24) merupakan teman korban yang bernama Corrida Athoriq. Adapun motif pelaku menghabisi korban, hanya untuk mengambil ponsel milik korban karena berisi soal kekurangan pelaku. Karena takut disebarkan, pelaku pun nekat menyerang korban sampai korban tak bernyawa.
“(Motif) Foto-foto tentang kekurangan tersangka, ada tentang kekurangan tersangka, ada juga tindakan kekerasan tersangka kepada korban, yang mengakibatkan tersangka marah, korban dibunuh kemudian ponsel korban itu dibuang," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, seperti yang dilansir dari suarajabar.id.
Kusworo tidak menjelaskan secara rinci apa isi ponsel korban yang jadi motif pelaku menghabisi korban.
Seperti diketahui, Corrida Athoriq tewas usai diserang dengan cara ditusuk oleh pelaku di rumahnya di Perumahan Gading Tutuka Residen 2, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, kemarin.
Pelaku FA sendiri merencanakan penyerangan terhadap korban. Sebelum membunuh korban, pelaku membeli jaket ojeg online untuk penyamarannya.
Setelah itu, pelaku bergegas ke rumah korban dengan berbekal pisau dan gunakan jaket ojek online.
Sesampai di rumah korban, pelaku berpura-pura mengantarkan paket kepada korban.
"Setelah berada di dalam rumah, tersangka langsung mengeluarkan pisaunya atau senjata tajamnya dan menusukkan beberapa kali ke tubuh korban," kata Kapolresta.
Baca Juga: Imut Gemes! Momen Rayyanza Belajar Tiup Lilin Jelang Ulang Tahun, Warganet: Cipung Pinter Banget
Pelaku pun lansung meninggalkan korban dalam kondisi terluka parah. Saat pelaku keluar rumah korban, ada tetangga korban yang melihat pelaku, namun tak sempat menghentikannya.
Polisi pun bergerak cepat menangkap pelaku setelah mendapat informasi kejadian dan ciri pelaku. Alhasil pelaku dan barang bukti lainnya yang digunakan saat mengeksekusi korban berhasil diamankan.
Akibat perbuatannya, Kusworo mengatakan FA dijerat dengan Pasal 340 atau 338 atau 351 ayat (3) KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Nova Arianto Masih Ragu Turunkan Mathew Baker Saat Timnas Indonesia U-19 Lawan Australia, Kenapa?
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
-
Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan
-
Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri
-
Navigasi Maba: Jangan Sampai Mabuk Organisasi Merusak Kuliah yang Wajib
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak