- Mantan Kapolri Sutarman resmi jadi Komisaris Utama Bukalapak.
- Bukalapak fokus perkuat keamanan siber dan tata kelola perusahaan.
- Natalia Firmansyah ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama BUKA.
Suara.com - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi menunjuk mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Sutarman, sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Perseroan. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar Kamis (11/6/2026).
Masuknya Sutarman ke jajaran komisaris menjadi sorotan karena dinilai memperkuat aspek tata kelola dan keamanan siber di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital yang membayangi industri teknologi nasional.
Perseroan menilai pengalaman Sutarman dalam bidang kepemimpinan, pengawasan, hingga penanganan keamanan dapat menjadi modal penting bagi Bukalapak untuk menghadapi tantangan bisnis digital yang semakin kompleks.
Komisaris Utama PT Bukalapak.com Tbk, RD. Adi Wardhana Sariaatmadja, mengatakan kehadiran Sutarman diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, khususnya dalam memperkuat fungsi pengawasan dan strategi jangka panjang.
"Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan," ujar Adi dalam keterangan tertulis.
Penunjukan Sutarman dinilai relevan mengingat ancaman kejahatan siber terus meningkat. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kerugian akibat kejahatan siber mencapai Rp476 miliar sepanjang November 2024 hingga Januari 2025. Sementara itu, kasus penipuan digital dilaporkan menembus 1,2 juta kasus pada pertengahan 2025.
Tak hanya merombak jajaran komisaris, RUPST juga menyetujui perubahan kepemimpinan di tingkat direksi. Natalia Firmansyah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama menggantikan Willix Halim yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Selain itu, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Victor Putra Lesmana sebagai Direktur Perseroan.
Manajemen Bukalapak menjelaskan perubahan susunan pengurus dilakukan untuk menjaga kesinambungan strategi bisnis, operasional, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) di tengah dinamika industri digital yang bergerak cepat.
Baca Juga: Boni Hargens Soal Gebrakan Resiprokalitas Kapolri, ASN Kini Bisa Jabat Posisi di Polri
Natalia akan menjalankan tugas sebagai Plt. Direktur Utama hingga perusahaan menetapkan direktur utama definitif berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
Bukalapak meyakini kombinasi pengalaman Sutarman di level komisaris serta kepemimpinan Natalia dan Victor di jajaran direksi akan memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan industri digital yang semakin ketat.
Restrukturisasi manajemen ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang dilakukan Perseroan untuk memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Informasi saja, Jenderal Polisi (Purn.) Sutarman menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dirinya dilantik secara resmi di Istana Negara pada 25 Oktober 2013 menggantikan Jenderal Timur Pradopo.
Sutarman mengemban tugas sebagai Kapolri hingga masa awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebelum akhirnya diberhentikan secara hormat dan digantikan oleh Badrodin Haiti pada Januari 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
-
Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada
-
Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup
-
Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional
-
Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I
-
Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
-
Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter