SuaraCianjur.id - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak menyebutkan ada dua hal yang dapat membut timnya mundur menghadapi Ferdy Sambo Cs.
Dua hal tersebut, lanjut Martin, dapat saja terjadi, ditengah persidangan berjalan. Namun sebelum itu terjadi, pihaknya akan terus bertarung untuk keadilan bagi Brigadir J dan keluarganya.
“Yang pertama, surat kuasa kami dicabut oleh klien, atau penyelamat kami Tuhan Yesus Kristus datang untuk kedua kalinya ke dunia ini,” kata Martin.
“Selain itu tidak ada kata mundur," sambungnya dengan tegas.
Bagi Martin pribadi saat menerima kasus Ferdy Sambo, ia sangat mempertimbangkan matang-matang.
“Saya juga dalam pergumulan, bukannya kita seperti manusia super yang nggak ada takutnya. Tetap saya pertimbangkan matang-matang," ujarnya.
Dan dalam perjalanannya sampai saat ini, ia dan rekan pengacara satu tim lainnya sering mendapat ancaman.
Saking seringnnya, Martin pun sempat bertanya-tanya dalam pikirannya soal kematian. Pasal, kali ini ia menghadapi mantan petinggi Polri.
"Kita nggak tahu lho, apakah saya masih bisa bernapas besok, apakah minggu depan saya masih bisa hidup, saya nggak tahu, karena yang saya tahu musuh kami ini, karena kami melakukan sesuatu yang benar, akhirnya mungkin memantik emosi dari orang-orang yang tak suka temannya atau lingkungannya diusik," imbuhnya.
Baca Juga: Erick Thohir Yakin Sukses Veda Ega Bisa Diikuti Pebalap Indonesia Lainnya
Terlepas dari situ, Martin dan tim kuasa hukum keluarga Brigadir J lainnya, tetap melanjutkan perjuangan sampai saat ini, untuk membantu memberikan keadilan bagi keluarga Brigadir J. (*)
Sumber : Suara.com
Artikel ini telah tayang di Suara.com, dengan judul : ‘Apakah Saya Besok Masih Bisa Bernapas?', Ungkapan Hati Pengacara Brigadir J Hadapi Kasus Sambo
Berita Terkait
-
Irma Hutabarat Sebut Ada Skenario Settingan Antar Ajudan hingga Saksi Bayaran Kasus Ferdy Sambo: Penuh Rekayasa
-
Ferdy Sambo Cs Lempar Isu Brigadir J Kepribadian Ganda, Putri Candrawathi ikut Arisan Brondong?
-
Curhatan Hati Pengacara Brigadir J dalam Kasus Ferdy Sambo: Banyak Ancaman, Saya Tak Tahu Besok Masih Hidup atau Tidak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela