/
Selasa, 15 November 2022 | 12:30 WIB
Pertemuan Joe Biden dan Xi Jinping ; Joe Biden ; Xi Jinping (Foto: Suara.com / SAUL LOEB - AFP)

SuaraCianjur.id- Pertemuan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dengan Presiden Cina, XI Jinping dalam KTT G20 di Bali, ada pesan yang disampaikan dari Biden kepada Xi Jinping.

Presiden Joe Biden meminta kepada Presiden Xi Jinping, supaya pihaknya bisa melobi Korea Utara untuk tidak lagi atau membatalkan uji coba senjata nuklir.

Presiden Joe Biden bertemu dengan Presiden Xi Jinping selama lebih dari tiga jam. Hal itu dilaksanakan sehari sebelum KTT G20 di Bali dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Selasa (15/11/2022).

Bali menjadi saksi pertemuan pertama kali bagi keduanya, semenjak Joe Biden dilantik menjadi orang nomor satu di negeri Amerika Serikat itu.

Melansir dari Reuters, dalam konferensi pers usai pertemuan mereka berdua Presiden Joe Biden turut menyampaikan, kalau dirinya memperingatkan kepada Xi Jinping jika Amerika Serikat akan melakukan apa yang perlu dilakukannya.

Hal itu demi mempertahankan diri dan sekutu Korea Selatan dan Jepang, kalau Korea Utara masih ngotot melakukan uji coba nuklir.

Joe Biden juga mengatakan, mungkin tanggapan Amerika Serikat lebih tinggi di depan Cina, meskipun tidak ditujukan untuk menentangnya.

Sementara itu menurut penasihat keamanan nasional Joe Biden, Jake Sullivan, menyampaikan sebelum pertemuan itu, Joe Biden akan berbicara kepada Xi Jinping, kalau pengembangan senjata nuklir Korea Utara akan mengarah kepada hadirnya militer AS di wilayah itu. Jangan sampai hal itu terjadi. 

Pertemuan Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping di Bali dalam acara KTT G20 pada hari Senin (14/11) kemarin. (sumber: Foto: Suara.com / SAUL LOEB - AFP)

"Saya pikir mereka memiliki kewajiban untuk berusaha menjelaskan kepada Korea Utara, bahwa Korut tidak boleh melanjutkan uji coba nuklir,” begitu katanya dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Indonesia Disanjung Presiden Dewan Eropa Gelar KTT G20 di Bali Ketika Situasi Dirundung Sulit

Disebutkan kalau negara Korea Utara sudah melakukan peluncuran rudal balistik dengan jumlah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, di tahun ini.

Washington sudah memberikan peringatakn sejak lama bahkan dalam berbulan-bulan.

Namun Joe Biden masih belum yakin apakah Beijing bisa memnuhi permintaannya, untuk melobi sekutu lamanya itu atau tidak.

"Sulit untuk menentukan apakah China memiliki kapasitas atau tidak. Saya yakin China tidak menginginkan Korea Utara terlibat dalam cara-cara eskalasi lebih lanjut," ungkap Presiden Joe Biden.

"Kami harus mengambil tindakan tertentu yang akan lebih defensif atas nama kami. Dan itu tidak akan ditujukan terhadap China, tetapi akan mengirimkan pesan yang jelas ke Korea Utara. Kami akan mempertahankan sekutu kami, serta tanah Amerika dan kapasitas Amerika,” jelas Joe Biden.

Permintaan Presiden Joe Biden kepada Presiden Xi Jinping salah satunya bantu untuk melobi Korea Utara tidak lagi lakukan uji coba nuklir. (sumber: Foto:Suara.com / SAUL LOEB - AFP)

Uji coba yang memecahkan rekor dilakukan Korea Utara pada tahun ini, termasuk rudal balistik antar benua yang dirancang supaya bisa mencapai daratan Amerika Serikat.

Sebelumnya pejabat AS sempat menuduh pihak Cina dan Rusia, yang dianggap mendukung Pyongyang dengan gagal menegakkan sanksi Dewan Keamanan PBB secara benar.

Negara Cina dan Rusia turut mendukung sanksi lebih keras, usai uji coba nuklir terakhir yang dilakukan Korea Utara ketika tahun 2017 silam.

Tetapi pada bulan Mei keduanya, memveto dorongan yang dipimpin AS untuk lebih banyak hukuman PBB atas peluncuran rudal balistiknya yang diperbarui. (*)

Sumber: Reuters

Load More