/
Kamis, 17 November 2022 | 18:10 WIB
Foto: Dok Suara.com / FreePik

SuaraCianjur.id-Hebohnya soal ratusan mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terjerat dengan layanan aplikasi pinjaman online (Pinjol) membuat publik terkejut.

Banyak ratusan mahasiswa IPB yang disebut terjerat utang dengan pinjaman online . Bahkan yang membuat mencenangkan adalah total dari utang itu capai miliaran rupiah.

Terbatu disebutkan jumlah mahasiswa yang terjabk dalam jeratan utanng pinjol ada 126 mahasiswa. Bahkan beberapa orang diantarnya smepat didatangi oleh penagih utang atau debt collector ke rumah masing-masing.

Beberapa diantara mereka harus membayar utang dari mulai Rp 3 juta sampai dengan Rp 13 juta. Maka bila hal ini digabung dengan yang lainnya, total bisa menapai miliaran rupiah.

Dikira kalau para mahasiswa IPB yang terjerat dalam pusaran utang pinjol, akibat untuk memenuhi gaya hidupnya, namun hal itu turut dibantah oleh phak dari kampus.

Menurut Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, biang kerok menjadi penyabab para mahasiswa IPB meminjam uang melalui aplikasi pinjol itu adalah untuk investasi sebuah usaha penjualan, yang diawali ketika para mahasiswa sedang mencari sponsor kegiatan.

Para ratusan korban pinjol dari mahasiswa ini mendapatkan ming-iming sebuah usaha penjualan sebsar 10 persen, dari keuntungan. Mereka yang ingin mendapatkan itu harus memenuhi syarat setor uang. Lagi-lagi kedok investasi menjadi tombak mereka.

Mereka tergiur dengan kakak angkatan mereka, yang turut terlibat dalam investasi serupa. Alhasil para mahasiswa ini diundang ke dalam sebuah grup aplikasi pesan.

Alih-alih dapat untung, tidak sebanding oleh uang yang turut mereka pinjam ke jasa pinjol. Tadinya ingin mendapatkan keuntungan malah jadi buntung. Mereka harus melunasi utang mereka.

Baca Juga: Ternyata Belum Bisa Move On, Luna Maya Sebut Nama Calon Suaminya

Mereka tak mampu bayar, hingga debt collector datang menyetroni kediaman para mahasiswa. Mereka yang resah kemudian melaporkan it uke Polresta Bogor Kota. Dari laporan itu terungkap adanya ratusan mahasiswa IPB terjerat utang.

Rektor IPB Arif Satria, turut mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan para mahasiswanya. IPB ingin mereka terlepas dari lilitan utang.

Arif mengatakan kalau pihaknya sudah mendalmi soal pengaduan dari ratusan mahasiswa tersebut.

Mereka membuka posko pengaduan untuk para mahasiswa yang terjebak utang pinjol. Memilah dan memilih pengaduan serta memberikan penanganan yang sesuai dengan kasus yang terjadi. Menyediakan bantuan hukum bagi mahasiswa yang turut menjadi korban penipuan usaha online tersebut.

Turut memberikan upaya peningkatan literasi keuangan, kepada mahasiswa IPB supaya tidak tertipu dengan edok investasi palsu. (*)

Sumber:Suara.com 

Load More