SuaraCianjur.id- Cianjur dibuat luluh lantak oleh guncangan gempa berkekuatan 5,6 magnitudo berdampak banyaknya korban jiwa yang meninggal dunia.
Tak hanya itu banyak rumah warga yang rusak dan roboh, hingga membuat ratusan orang terluka dan mendapatkan perawatan medis.
Warga yang menjadi korban turut mengungsi lokasi penampungan yang sudah dibuat dan didirikan sendiri.
Bantuan logistik turut disalurkan kepada warga yang berada di lokasi penampungan. Bahkan banyak warga yang kekurangan dan belum sama sekali menerima logistik di hari sebelumnya.
Salah seorang relawan yang berada di lokasi bencana gempa membagikan pengalamannya, dalam mendistribusikan bantuan bagi korban di Cianjur.
Ihra Tumiwa seorang relawan dari Yayasan Masjid Nusantara, disibukan dalam membagikan bantuan logistik. Hanya saja banyak kendala yang ditemuinya di lapangan.
Bahkan kata Ihra, dari informasi yang didapat dari para warga, masih ada wilayah yang belum mendapatkan logistik. Itu terjadi karena lokasi yang jauh dan terisolir, akibat longsor yang menutup akses jalan.
“Pasca gempa di Cianjur sampai hari ini beberapa logsitik sudah masuk dan tersalurkan untuk di daerah Cieundeur Kecamatan Warungkondang dan beberapa tempat lainnya. Tapi yang paling susah diakses pada sebelumnya itu, di daerah Cugenang,” kata Ihra kepada cianjur.suara.com, Rabu (23/11/2022).
Menurut Ihra kesulitan pendistribusian logistik sebelumnya ke lokasi Cugenang karena adanya longsor, yang menutupi akses jalan. Sehingga pendistribusian dilakukan melewati jalur udara.
Baca Juga: BMKG Sebut Korban Meninggal Gempa Cianjur Akibat Tertimpa Bangunan, Gempa Tidak Membunuh
Terlebih kata Ihra, daerah tersebut memang jaraknya yang cukup jauh sekali.
“Karena ada longsor dan hujan besar. Masih banyak juga beberapa mayat yang ditemukan di longsoran yang ada di daerah sekitar. Sementara akses untuk menjangkau daerah yang sulit di Cugenang itu pakai helikopter, karena susah dijangkau untuk daerah yang jauhnya,” kata Ihra.
Warga Cugenang kata dia masih banyak yang membutuhkan bantuan logistik, agar tercukupi untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Sehingga pihaknya berusaha untuk mencari cara supaya bantuan bisa sampai kepada mereka.
151 Masih Hilang
Sementara itu disebutkan kalau 151 orang dikabarkan masih dalam pencarian karena hilang pasca gempa mengguncang Cianjur, di hari Senin (21/11) kemarin.
Tim SAR gabungan sedang berupaya untuk melakukan pencarian itu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Jumaril, mengatakan ada 796 personel yang telah disebar ke 12 kecamatan, yang Tekena dampak oleh guncangan gempa.
Mereka berupaya untuk mencari para korban yang hilang sesuai dengan laporan dari pihak keluarga. Mereka juga turut melakukan pendataan untuk kebutuhan bantuan dan menyalurkan bantuan.
Upaya pencarian akan dilakukan dua tim yaitu Tim Potensi SAR dan Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.
"Apabila menemukan titik atau dugaan dibutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan, Potensi SAR, agar menginformasikan koordinat kepada Pos SAR Gabungan," jelas Jumaril. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Korban Gempa Bumi di Cianjur, Ibu ini Cari Enam Anaknya yang hilang, Sang Suami Tak Ada kabar Setelah Ikut Mencari
-
Begini Skema Bantuan Bangun Rumah Korban Rusak Gempa Cianjur, Sudah 268 Orang Meninggal Dunia
-
Bejibaku Polisi Selamatkan Nyawa Nenek yang Terkubur Setengah Badan di Balik Runtuhan Bangunan Gempa Cianjur
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan