SuaraCianjur.id- Gempa Cianjur yang membuat sebagian wilayah menjadi luluh lantak akibat diguncang dengan kekuatan 5,6 magnitudo pada hari Senin (21/11) kemarin, menyisakan duka.
Banyak korban tewas dan luka-luka. Tak Sedikitrumah warga yang rusak dan ambruk. Mereka mengungsi ke posko penampungan, bahkan ada juga yang harus membuka tenda sendiri karena tempat penampungan yang sudah disediakan penuh.
Pembagian logistik yang belum merata dan terkesan membeda-bedakan pun dialami oleh warga.
Hal ini turut dirasakan oleh Nurhayati dari Desa Cieundeur, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Dia adalah warga RT 2 RW 1. Tampkanya dia kesal dengan perilaku penanggung jawab bantuan yang ada di wilayahnya tersebut.
Dari beberapa warga, dirinya kesal karena seperti dibeda-bedakan oleh pihak RT setempat. Nurhayati mencurahkan isi hatinya, ditengah kondisi yang membuat dirinya bersama warga lain yang sedang trauma pasca diguncang gempa. Apalagi beberapa luka didapatkan, ketika bangunan rumahnya runtuh.
Ibu satu ini kesal dengan perilaku dari pengelola RT setempat yang membeda-bedakan, terhadap korban bencana gempa, dalam hal pemberina bantuan.
“Tolonglah jangan membeda-bedakan, itu yang bikin saya sakit hati karena saya itu perbatasan RT 2 sama RT 4, paling ujung. Kata RT 4 saya itu nggak masuk RT jadi tidak dapat dapat apapun (bantuan) dari RT 4 jadi harus minta RT 2, sedangkan RT 2 itu jauh,” kata dia, kepada cianjur.suara.com, Kamis (24/11/2022).
Jauhnya jarak cukup sulit untuk Nurhayati dan beberapa warga lainnya mendapatkan bantuan. Terlebih dia mengatakan kalau anaknya yang memiliki kebutuhan khusus, memiliki emosi yang tidak stabil.
Mirisnya kata dia, ketika bencana terjadi RT mereka membeda-bedakan dalam pemberina bantuan. Tapi sementara ketika penarikan uang contohanya dalam acara peringatan kemerdekaan semua warga disamaratakan.
Baca Juga: Tim Penyelemat Tembus dan Evakuasi Warga yang Terisolir di Wilayah Cugenang, Warga Tidur Sama Mayat
“Nah yang bikin saya sakit hati itu kenapa disaat semua orang yang terkena gempanya sama kenapa harus dibeda-bedakan. Kenapa pas ada misalnya Agustusan atau apa gitu, disamakan atau disamaratakan, kenapa gitu,” kata dia.
Padahal Nurhayati bantuan yang bisa diharapkan adalah dari RT 4 yang jaraknya cukup dekat, dengan tempat tinggalnya saat ini. Namun pihak RT setepat seolah enggan untuk memberikan bantuan, karena dia tidak termasuk ke dalam daftar warganya.
“Kenapa harus ada oknum yang bilang katanya kan bukan RT kami,” kata dia.
Beruntung dirinya kini sudah mendapatkan bantuan. Hanya saja lagi-lagi warag yang sedang mendirikan posko pengungsian sendiri ini dibuat kesal. Dia sempat menangis karena belum teersentuh bantuan.
“Tadi udah. Kalau sebelumnya belum saya sampai nangis, waktu itu saya nangis Cuma minta terpal,” ungkapnya.
Hal yang paling menyakitkan bagi dirinya adalah, ketika dirinya memohon meminta terpal. Hal itu dibutuhkan sebagai atap untuk berteduh bersama warga lainnya dalam sementara waktu.
Berita Terkait
-
Viral Cegat Mobil Relawan, Polisi Bebaskan Tiga Warga yang Lakukan Penahanan Mobil Relawan : Ketiganya Warga yang Terdampak Gempa Cianjur
-
Polwan Polda Jabar dan Polres Cianjur Hibur Anak-anak di Pengungsian Gempa Cianjur Kembalikan Rasa Percaya Diri
-
Viral di Instagram, Mobil Relawan Dicegat Saat akan Pasok Bantuan di Cianjur
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus