SuaraCianjur.id- Butuh banyak dana untuk membangun infrastruktur dari proyek Ibu Kota Negara (IKN]) baru di Kalimantan Timur. Hal itu diakui oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Bahkan Basuki sudah berkirim surat ke Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam surat tersebut, Basuki menyebut meminta tambahan anggaran dengan nominal hingga triliun rupiah untuk keperluan IKN.
"Kami kirim surat kepada Menteri Keuangan dengan nomor surat Nomor KU 0101-Mn/2210 perihal usulan kebutuhan anggaran percepatan pembangunan IKN pada 2023 sebesar Rp12,7 triliun," ‘kata Basuki dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022, dikutip dari Suara.com.
Nenurut Basuki, uang tersebut akan digunakan dalam membanun jalan kerja logistik dan akses jalan di KIPP. Termasuk untuk membangun hunias ASN dan juga TNI - Polri.
Pembangunan awal ini sesuai dengan mandate dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang harus dilakukan. Selain dana pemerintah, Basuki juga mengatakan turut mengundang investor.
Hanya saja harus ada infrastruktur awal sebagai modal dalam penawaran kepada para investor.
"Setelah adanya market sounding bapak Presiden pada 22 Agustus, banyaknya investor yang masuk, maka kami diperintahkan untuk mempercepat pembangunan IKN ini tidak hanya di KIPP 1A tapi juga di wilayah lengembangan perencanaan di wilayah 1B dan 1C," jelas Basuki.
Basuki emnambahkan, terkait dengan dana dari investor tersebut nantinya akan menajadi prioritas dalam membangun akses jalan, termasuk pengembangan lahan yang berada di wilayah IKN.
"Tadi pagi pukul 10.30 WIB ada ratas pada hal ini termasuk pembiayaan oleh otorita dengan investasinya, untuk yang prasarana dasar ini, 1B dan 1C, akan kita fokuskan dulu pada land development dan pembangunan jalan aksesnya saja dulu," terang Basuki.
Baca Juga: Anak Irwasda Polda Kalimantan Utara akan Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Aniaya Remaja, Ini Waktunya
Sementara itu Presiden Jokowi melakukan kujungan padatanggal 25 Oktober lalu ke IKN. Dirinya ingin melihat sudah sejauh mana progress dalam pembangunan infrastruktur terhadap dasar pendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara.
Termasuk salah satu yang dikunjungi oleh Presiden Jokowi adalah Bendungan Sepaku Semoi, yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (*)
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel