SuaraCianjur.id - Gubernur Jabar Ridwan Kamil, menyentil mereka-mereka yang mengirim bantuan, namun dijadikan ajang wisata.
Ridwan Kamil pun mengeluhkan adanya tren tersebut di laman media sosial Twitternnya.
“Jangan lakukan wisata bencana atau ingin lihat2. Bantuannya 1 mobil, tapi yg mengantar di belakang bs sampai 6-8 mobil,” cuit Ridwan Kamil, seperti yang dilihat pada Rabu (30/11/2022).
Lanjut Emil, hal tersebut membuat beberapa jalan yang di titik-titik desa zona bencana, menjadi macet dan menyempit jalurnya.
“Inilah salah satu yg bikin jalanan desa di zona bencana yg sempit rata2 4-6 m macet total tiap pagi s.d sore. Blm pada parkir di pinggir jalan yg sdh sempit,” tulisnya.
Dalam unggahannya itu juga, Ridwan Kamil memposting beberapa foto yang memperlihatkan pasokan mobil bantuan dijadikan ajang wisata.
Ia juga memperlihatkan kondisi jalanan yang sempit. Serta keluhan kemacetan yang terjadi di Cianjur.
“Semoga dengan hati yang berempati, batin yang bijak dan pikiran yang jernih, himbauan ini bisa dipahami. Hatur Nuhun,” akhir tulisannya.
Postingan Ridwan Kamil ini pun langsung disoroti warga net. Banyak mereka juga yang mengamini apa yang disampaikan Ridwan Kamil.
Baca Juga: Innalillahi, Ayah Ben Kasyafani Meninggal Dunia
“Nah.betul pak @ridwankamil ada baiknya lebih baik dititipkan saja ke komunitas atau kelompok yg memang profesional di bidang seperti relawan bencana.Yg belum punya pengalaman lebih baik coba mendaftarkan diri menjadi relawan ke tim tim yg profesional.Jgn langsung sendiri sendiri,” tulis seorang warga net.
“Malah jadikeun (jadikan) Wisata bencana bukannya tulus membantu malah dijadikeun kontent malah yang aneh itu yang framming bikin narasi negatif tentang Cianjur,” ungkap warga net.
“Yang wisata mau buat konten pastinya pak,,, Susah yah., bukannya di berikan akses yang baik bagi para pemberi bantuan malah di bikin tambah susah, ini yg ngebuat semua akses bantuan jadi susah sampai,” komentar lainnya.(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring