/
Selasa, 29 November 2022 | 19:07 WIB
Kabar relawan medis di Cianjur mundur dari penanganan korban Gempa Cianjur. (Instagram)

SuaraCianjur.id - Sebuah unggahan di media sosial Instagram, menyebut para relawan medis yang tangani korban gempa di Cianjur, mendapat perlakukan tidak baik dari warga.

Unggahan tersebut diunggah dari laman Instagram, tasikasik.id. Dalam postingannya terdapat dua foto.

Foto pertama memuat para korban gempa cianjur yang dinarasikan soal mundurnya para relawan medis Cianjur dari tugas karena tidak mendapat perlakuan baik dari warga. 

Foto kedua yang diunggah berisi soal pernyataan relawan medis yang bernamakan RAID. Mereka ditarik mundur dalam penanganan bencana gempa bumi untuk para korban di Cianjur.

Mundurnya para relawan tersebut, karena adanya sekelom[ok masyarakat yang disebut membebani misi kemanusiaan para relawan tersebut.

Disebutkan juga jika terdapat pungutan liar di beberapa titik yang menimpa para relawan tersebut. 

Kemudian, para relawan tersebut juga mendapat tindakan intoleran dengan dalih agama yang dilakukan sekelompok orang. Dengan alasan itu, para relawan memilih mundur dari penanganan gempa di Cianjur.

“Kami datang tanpa simbol dan atribut, jika hanya perbedaan warna kulit dan keyakinan menjadi pembatas, maka tidak ada jalan bagi kami unutk pulang dan rehat. Terimaksih support kawan-kawan sekotr barat dan partisan salam,” tulis dalam narasi foto, yang dilihat pada Selasa (29/11/2022).

Saat dikonfirmasi kepada pihak kepollisian, mereka membantah soal adanya kabar tersebut. 

Baca Juga: Penutupan Jalan Tanah Baru Tanpa Rencana, Pengendara: Semua Jalan Alternatif Macet Total

Kabid Humas Polda Jabar menyebut jika kabar tersebut adalah hoax.

“Tidak benar,” katanya saat dikonfirmasi di waktu yang sama.

Ibrahim mengatakan pihak kepolisian akan mendalami informasi tersebut, untuk antisipasi terjadinya kabar hoax ditengah penanganan gempa di Cianjur.

“Konten ini akan kita cek dan dalami,” kata Ibrahim.

Ia juga meminta masyarakat dan para relawan untuk tidak terprovokasi dalam menerima informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Kita berharap masyarakat bijaksana menerima info yang mengandung unsur provokasi,” pungkasnya. (*)

Load More