SuaraCianjur.id- Pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar,Kota Bandung bernama Agus Sujatno.
Motif sebenarnya masih dilakuka penyelidikan.Tapi ada beberapa kritikan atas pasal KUHP yang baru disahkan.
Dari hasil olah TKP sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada beberapa tulisan dari yang patut diduga ditulis oleh pelaku.
Tulisan tersebut ditempel di sebuah motor roda dua berwarna biru, yang terparkir tak jauh dari Polsek Astanaanyar. Tak hanya ada ada juga belasan kertas denga tulisan protes penolakan terhadap KUHP.
"Di TKP ada belasan kertas yang bertuliskan protes penolakan terhadap rancangan KUHP yang baru disahkan.Di dalamnya ada membahas masalah zinah dan lain sebagainya," ungkap Kapolri Listyo di lokasi, Rabu (7/12/2022).
Kapolri langsung memberkan titah kepada jajarannya supaya kasus bom bunuh diri ini diusut tuntas.
Tak hanya itu dia juga memberikan perintah untuk mencari kelompok yang terafiliasi dengan pelaku. Adapun kelomok tersebut adalah Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
"Pelaku terafiliasi dengan kelompok JAD di Bandung atau Jawa Barat. Tentunya dari olah TKP kita melakukan proses pencarian terhadap kelompok yang terafiliasi dengan pelaku," tegas Jenderal bintang empat itu.
Kertas tentang kritikan atas KUHP itu satu diantaranya turut ditempelkan di sepeda motor, yang diduga digunakan pelaku.
Baca Juga: Digugat Balik, Jessica Iskandar Dituntut Bayar Ganti Rugi Rp51 Miliar oleh Steven
Dalam hal ini pelaku juga ada riwayat sebagai seorang napi terorisme. Dia pernah terlibat kasus bom Cicendo di Kota Bandung, tahun 2017 silam.
"Hasil pemeriksaan sidik jari dan kemudian kita lihat dari face recognition. Hasilnya Identik, identitasnya Agus Sujatno. Yang bersangkutan pernah ditangkap karena bom Cicendo. Sempat dihukum penjara empat tahun. September 2021 lalu bebas," beber Listyo. (*)
Kontributor : Yudistira
Tag
Berita Terkait
-
Kapolda Jabar Ungkap Kronologi Lengkap Ledakan Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Kota Bandung, Ridwan Kamil Turut Beri Himbauan
-
Kapolri Sebut Pelaku Pernah Ditahan Terkait Kasus Bom Cicendo 2017, Ternyata Masih Masuk Kategori Merah
-
Pedagang Ini Dikejutkan Dentuman Keras Tak Menyangka Polsek Astanaanyar Diserang Bom Bunuh Diri, Warga Pada Lari
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
PTBA Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 300 Hewan Kurban Disalurkan ke Berbagai Wilayah Operasional
-
Bagasi Mobil Selalu Penuh saat Mudik? Ini Tips Menata Daging Kurban dan Oleh-oleh agar Tetap Muat
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan kepada Non Muslim? Ini Penjelasan Ulama yang Menyejukkan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL