/
Rabu, 04 Januari 2023 | 17:14 WIB
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat memberikan tanggapan soal isu reshuffle yang akan dilakukan Presiden Jokowi (Foto: Dok. Suara.com - Bagaskara)

SuaraCianjur.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melakukan reshuffle terhadap jajaran menterinya di Kabinet Indonesia Maju.

Jadwal perombakan itu belum jelas akan dilakukan kapan, namun Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat memberikan tanggapan.

Dia mengatakan soal isu reshuffle kemungkinan dilakukan Presiden Jokowi kalau jadi. Tapi Djarot mengklaim kalau dirinya tak mendapatkan bocoran kapan hari reshuffle terjadi.

Menurutnya hal itu untuk merespons terkait dengan kabar reshuffle yang sebelumnya dia gaungkan terhadap dua menteri dari Partai NasDem, yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Namun demikian kata Djarot kalau Presiden Jokowi biasanya melakukan hal itu di hari tertentu seperti Rabu Pon.

"Keniscayaan kalau menurut saya. Itu pasti, tentang kapan? Ya, itu jangan bertanya kepada saya. Biasanya Rabu Pon. Oh ya, Rabu Pon. Rabu Pon itu setiap bulan ada Rabu Pon," ungkap Djarot dilansir dari Warta Ekonomi jariangan Suara.com, Rabu (4/1/2023).

Terlepas daroi kapan jadwalnya isu reshuffle yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi, Djarot meminta kepada publik, menunggu soal kepastian kapan hari itu terjadi.

Djarot juga nenilai kalau sudah seharusnya NasDem menarik diri dari koalisi pemerintah, karena partai tersebut dinilai mendeklarasikan tokoh yang selalu bertentangan dengan kebijakan Jokowi.

"Satu kinerja dua termasuk partainya. Kalah memang gentle betul seperti itu akan lebih baik untuk menteri-menterinya, lebih baik mengundurkan diri. Itu lebih gentle. Sebab apa? Sebab rupanya mungkin agak tidak cocok dengan kebijakan Pak Jokowi, termasuk yang disampaikan adalah antitesa Pak Jokowi," terang Djarot. (*)

Baca Juga: Djarot PDIP Minta Menteri NasDem Mundur dari Kabinet, Johnny Plate: Terlalu Banyak Politisi Jadi Presiden Dadakan!

Sumber: Warta Ekonomi / Suara.com 

Load More