SuaraCianjur.id- Ferdy Sambo menggugat Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan alasan kalau dirinya tak terima dipecat sebagai anggota Polri.
Gugatan yang dilayangkan oleh Ferdy Sambo itu membuat Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menjadi bingung.
Sikap dari Ferdy Sambo yang sempat menjabat sebagai kadiv Propam Polri akibat dipecat terkait kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J ini, karena dulu dia menerima PTDH.
Pemecatan Sambo sebagai anggota Polri diputuskan dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Saat itu Sambo sempat mengajukan banding saat diputus pemecatan oleh sidang etik.
Dalam pengajuan banding di tanggal 19 September 2022 lalu, tak diterima atau ditolak. Berkas itu kemudian ditandatangani oleh Presiden Jokowi, kemudian diserahkan kembali ke Polri.
"Dia sudah mengatakan apapun keputusan banding saya terima. Kok sekarang nggak?," ucap Mahfud MD di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (30/12/2022).
Mahfud MD enggan menanggapi gugatan dari suami Putri Candrawathi ini sebagai sebuah situasi yang genting.
Karena kata Mahfud MD gugatan tesebut dilayangkan oleh Sambo untuk mengaburkan jalannya persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.
"Sudah lah itu mau mengaburkan masalah perkaranya, kita fokus ke situ," kata Mahfud MD.
Adapun gugatanyang dilayangkan oleh Ferdy Sambo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, terdaftar di hari Kamis (29/12) kemarin, dalam website resmi PTUN Jakarta dengan nomor 476/G/2022/PTUN.JKT. (*)
Tag
Berita Terkait
-
2 Poin Utama Kata Romo Magnis Bisa Bikin Hukuman Bharada E Ringan, Atasan Beri Perintah Tembak Memang Ada
-
Di Depan Hakim Ferdy Sambo Akui Nyerah dan Cerita Sempat Negosiasi Agar Putri Candrawathi Tak Terseret
-
Jubir Demokrat Ingatkan Sisa Kerja Presiden Jokowi Soal Reshuffle, Jangan Sampai Berkaitan Kampanye
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam
-
Kompolnas Tak Persoalkan Polisi Buat Konten, Asal Bukan Live Streaming
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah