SuaraCianjur.id- Misteri keberadaan buronan dalm kasus dugaan suap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan bernama Harun Masiku diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebutkan kalau mantan dari politisi PDIP tersebut berada di luar negeri.
"Terakhir dia di luar negeri," ucap kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dilansir Suara.com Jumat (6/1/2023).
Pihak KPK menyampaikan kalau mereka akan tetap melakukan koordinasi, bersama sejumlah pihak yang ada untuk bisa menyeret buronan Harun Masiku ke Indonesia.
"Jadi kami masih berkoordinasi dengan beberapa agensi dari luar negeri," ungkap Asep.
Bukan itu saja, Asep juga memastikan kalau KPK tetap melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
"Tentu, karena itu bagian dari (kerja)," kata dia.
Hanya saja Asep tidak menyebutkan di negara mana Harun Masiku berada.
"Informasi yg kami terima seperti itu,” kata dia.
Baca Juga: Pangeran Harry Ungkap Rasanya Bunuh 25 'Bidak Catur' Selama Tugas di Militer Inggris
Harun Masiku sudah menjadi buron dalam kasus suap kurang lebih selama tiga tahun. Dia menjadi tersangka karena diduga kuat sudah menyuap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
Kasus ini terjadi pada bulan Januari 2020 lalu. Aksi penyuapan itu dilakukan untuk meloloskan ke DPR RI melalui pergantian antar waktu (PAW).
Dalam kasus ini juga kalau KPK sudah ada empat orang tersangka, salah satunya adalah Wahyu Setiawan sebagai penerima suap dan sudah divonis penjara selama tujuh dengan sebasar Rp 200 juta. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan