SuaraCianjur.id – Kabut kelam menyelimuti Kabupaten Cianjur pasca dilanda gempa dengan magnitudo 5,6 SR pada 21 November 2022. Meski kekuatan gempa relatif tidak besar, tapi berhasil menimbulkan banyak korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang signifikan, khusunya pada pemukiman warga.
Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Cianjur, setidaknya lebih dari 600 orang meninggal dan 53.408 rumah rusak, 12.956 rusak berat. Kondisi ini menimbulkan pekerjaan besar bagi seluruh lapisan masyarakat, utamanya dalam hal pemulihan pasca bencana.
Tentu bukan pekerjaan mudah dalam melaksanakan upaya pemulihan. Dibutuhkan peranan antar berbagai pihak baik itu dari pemerintah, swasta, hingga civil society organization atau komunitas sosial.
Yang menarik adalah peran dari komunitas sosial. Dalam upayanya komunitas sosia mengabdi atas dasar kemanusiaan yang secara sukarela tanpa pamrih berperan aktif dalam upaya pemulihan pasca gempa Cianjur. Adapun salah satu komunitas yang beperan dalam upaya pemulihan pasca Gempa adalah Saling Bantu Foundation.
Dilansir dari akun Instagram @salingbantufoundation, komunitas ini berkolaborasi dengan komunitas lainnya untuk membantu korban gempa Cianjur dengan membangun posko serta mendistribusikan kebutuhan pokok warga ke titik-titik terdampak gempa.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu, dana yang terkumpul insyaAllah besok akan dibelanjakan dan langsung didistribusikan,” ungkap seorang pria yang ada di video akun @salingbantufoudation.
Peran dari komunitas sosial tidak bisa dianggap sebelah mata. Hal ini karena komunitas sosial menjadi salah satu pilar dalam upaya pembangunan yang dapat berkontribusi dalam hal sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya program. Untuk itu dalam hal pemulihan pasca gempa Cianjur, saling bantu antar berbagai pihak merupakan mutlak yang harus dilakukan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak