/
Senin, 23 Januari 2023 | 10:48 WIB
Politisi sayap kanan Swedia, Rasmud Paludan (REUTERS/TRT WORLD)

SuaraCianjur.id – Ratusan demonstran menggelar aksi protes terhadap Turki dan upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO di depan Gedung Kedutaan Turki, Stockholm, pada Jumat (20/1/2023).

Sorotan tajam mengarah kepada politis sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan, karena dalam aksi ini, dia membakar Al Quran. Tindakan ini memancing amarah dunia islam, berbagai negara islam memberikan kecaman keras terhadap aksi ini.

“kami mengutuk sekeras mungkin serangan keji terhadap kitab suci kami, Al Quran, di Swedia hari ini, meskipun kami telah memperingatkan sebelumnya,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki yang dikutip dari TRT World.

Selain Turki, Iran pun memberikan kecaman keras. Iran menganggap bahwa negara-negara eropa selalu menyebarkan kebencian terhadap islam.

“beberapa negara eropa dengan dalih palsu mengadvokasi kebebasan berbicara memungkinan elemen ekstrimis dan radikal untuk menyebarkan kebencian terhadap kesucian dan nilai-nilai islam,” ungkap Menteri Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, dikutip dari TRT Wolrd.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menganggap tindakan ini telah meluikai dan menodai toleransi umat beragama.

“Indonesia mengutuk keras aksi pembakaran kitab suci Al Quran oleh Rasmus Paludan. Aksi ini telah melukai dan menodai toleransi umat beragama. Kebebasan ekspresi harus dilakukan secara bertanggung jawab,” tulis Kemenlu di akun Twitternya.

Dalam aksi ini, Rasmus Paludan diketahui telah diberikan izin dalam melancarkan aksinya. (*)

Baca Juga: Sosok Ancaman untuk Timnas Indonesia saat Hadapi Suriah di Piala Asia U-20 2023, Siapa?

Load More