SuaraCianjur.id - Jaringan Perhutanan Sosial se-Jawa meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitan Surat Keputusan (SK) Perizinan Perhutanan Sosial (PS) yang masih tertunda.
Dalam pertemuan pihaknya dengan Presiden Selasa (31/1/2023), Perwakilan Gema Perhutanan Sosial Prof. San Afri Awang mengatakan pihaknya memohon agar Presiden segera merealisasikan SK Perizinan PS yang masih tertunda dalam waktu sebulan ke depan.
"Semua SK-SK yang tertunda tentang Perizinan Perhutanan Sosial, yang masih tertunda dalam waktu sebulan ini Pak Presiden akan merealisasikannya secepatnya," terang Prof. San Afri Awang dalam keterangan resminya, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (1/2/2023).
Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menjelaskan, program PS setelah riset di berbagai daerah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Ia mengambil contoh meningkatnya lahan garapan petani desa berikut pendapatan masyarakat lokal dengan nilai peningkatan yang mencolok.
"Setelah ada PS menerima SK dari kebijakan presiden, itu [lahan garapan petani desa] naik 10 kali lipat penguasaan tanahnya," terang Awang.
"Dari segi pendapatan, ada kenaikan 3 kali lipat pendapatan peserta PS dibandingkan dengan yang belum PS," lanjutnya.
Awang lalu mengatakan pihaknya menaruh ekspektasi agar Presiden Jokowi segera menerbitkan SK Perizinan PS agar dapat memaksimalkan kesejahteraan petani lokal.
"Jadi ekspektasi kita, yang paling dasar saja, segera keluarkan SK perizinan PS yang sudah diusulkan oleh kawan-kawan kami semua," pungkasnya.
Baca Juga: Bermasalah di City, Joao Cancelo Resmi Gabung Bayern Munich
Sementara itu, perwakilan Gema Perhutanan Sosial lainnya, Siti Fikriyah Khuriyati, berharap agar seluruh SK perhutanan sosial di Jawa bisa selesai pada akhir 2024.
Penyelesaian tersebut, menurut Siti, mempertimbangkan luasan lahan PS yang tersebar di Jawa tidak terlalu besar. Setelah itu, barulah pemerintah menata yang di luar Jawa.
“Jadi kalau bisa sebelum 2024 itu semua sudah selesai. Ekspektasi pertama itu. Baru nanti yang di luar Jawa ditata supaya jangan sampai nunggu 12,7 juta hektare itu selesai 2030, tapi kalau bisa dalam waktu yang cepat selesai," terang Siti.
"Intinya kita ingin 12,7 juta hektare diselesaikan di eranya Pak Jokowi, 2024. Itu warisan luar biasa,” tandasnya.
Mengutip dari PP 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan Pasal 1, disebutkan bahwa Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan Hutan lestari yang dilaksanakan dalam Kawasan Hutan Negara atau Hutan Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama.
Perhutanan Sosial ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan. (*)
Sumber: Sekretariat Presiden.
Tag
- # jokowi
- # perhutanan sosial
- # jaringan perhutanan sosial
- # presiden
- # joko widodo
- # presiden jokowi
- # universitas gadjah mada
- # san afri awang
- # masyarakat
- # petani desa
- # pendapatan
- # sk perizinan ps
- # kesejahteraan petani lokal
- # gema perhutanan sosial
- # siti fikriyah khuriyati
- # jawa
- # kawasan hutan negara
- # hutan adat
- # masyarakat hukum adat
- # hutan desa
- # hutan kemasyarakatan
- # hutan tanaman rakyat
- # kemitraan kehutanan
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring