SuaraCianjur.id- Sebuah informasi disebarkan oleh Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) yang mengabarkan tentang adanya sebuah penyakit yang menginfeksi tentara Ukraina, di Republik Rakyat Donetsk (DPR).
Informasi tersebut disampaikan pada hari Senin (31/1) kemarin, dan berawal atas laporan dari Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina. Mereka menyatakan bukan cuma tentara militer Rusia saja yang terkena penyakit misterius itu.
Tapi sejumlah tentara bayaran PMC Wagner Group, juga turut dikabarkan kalau mereka terinfeksi jenis penyakit yang sama.
Hanya saja Staf Umum dan Intelijen Ukraina tidak merinci soal apa jenis penyakit tersebut.
Intelijen Pertahanan Ukraina mengatakan kalau penyakit misterius yang menjangkit tersebut muncul, akibat kondisi kebersihan yang sangat buruk di wilayah tersebut.
"Kasus infeksi berbahaya telah meningkat secara signifikan diantara tentara pendudukan, dan yang disebut Grup Wagner. Hal ini bisa disebabkan oleh tidak adanya kondisi sanitasi dan higienis yang memadai di posisi unit musuh," begitu keterangan pernyataan dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dilansir dari Ukrainska Pravda.
Sementara itu, Anggota senior Dewan Atlantik (Atlantic Council) bernama Sean McFate mengatakan taka da cara untuk memastikan terkait dengan kondisi kesehatan dari para prajurit Rusia. Terkecuali kalau mereka ditarik dari medan pertempuran,
"Semua medan perang tidak memiliki kondisi sanitasi dan higienis normal," kata McFate melansir dari Newsweek.
Menurutnya kondisi cuaca yang dingin juga bisa menjadi penyebab faktor penyakit menular dan menjangkit para prajurit.
Baca Juga: Sikap Orang Tua Fajar Sadboy Tuai Pujian, Netizen: Salut
“Kondisi musim dingin menyebarkan penyakit menular karena orang-orang berkerumun, untuk mendapatkan kehangatan dalam jangka waktu yang lama," jelasnya.
Tentara bayaran Wagner punya peran yang sangat penting dalam memberikan dukungan kepada pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) dalam merebut kota Soledar di Donetsk. Mereka bersama Milisi Rakyat Donetsk dan Luhansk, diklaim sukses merebut kota yang menjadi jalur vital distribusi logistik.
Jalur itu juga termasuk jalur untuk menyalurkan amunisi militer Ukraina yang ada di wilayah Donbas. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Kondisi Terkini Ole Romeny Usai Dibilang Cedera Parah, Sumardji Sudah Tanya Langsung
-
Buka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 15 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Waktu Magrib
-
Jadwal Buka Puasa Tanjungpinang dan Sekitarnya, Minggu 15 Maret 2026
-
Buka Puasa Palembang 15 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Waktu Magrib Hari Ini
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Minggu 15 Maret 2026
-
Pesona Fortuner 4.000cc yang Tampil Gagah, Segini Harganya
-
5 Deodoran Wanita yang Bikin Tetap Harum Sepanjang Silaturahmi Lebaran
-
Sempat Vakum Usai Bercadar, Kartika Putri Kembali ke Medsos atas Arahan Suami
-
Jika Kritik Tak Lagi Aman, Ke Mana Arah Demokrasi Indonesia?
-
Review Diikutin Stalker 30 Menit: Nichkhun 2PM Terpaksa Pulang Diantar Mobil Patroli