SuaraCianjur.id - Bripka Madih, anggota Provos Polsek Jatinegara yang viral karena melaporkan kasus "polisi peras polisi", berdamai dengan TG, oknum penyidik yang dituduhnya meminta uang Rp 100 juta dan tanah 1000 m persegi.
Polda Metro mempertemukan keduanya untuk konfrontasi kasus 'polisi peras polisi'. Hasilnya, Bripka Madih justru meminta maaf dan memeluk TG.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, pihaknya tak dapat memastikan dugaan pemerasan oleh TG.
"Mendasari konfrontir kedua belah pihak langsung, ini tidak ada dapat dibuktikan," tutur Trunoyudo.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya akan mempelajari lebih lanjut kasus dugaan penyerobotan tanah yang dilaporkan Bripka Madih.
Menurut Hengki, polisi harus mengecek kedudukan hukum pada berkas kepemilikan tanah yang diperkarakan Bripka Madih.
"Hak menuntut itu harus ada alas haknya, apakah itu sertifikat, atau akta jual beli, punya enggak itu Bripka Madih?" kata Hengki di Polda Metro Jaya, Selasa (7/2/2023).
Sebelummya, Bripka Madih memperkarakan kasus 'polisi peras polisi' yang terjadi setelah ia hendak meminta polisi lainnya memproses laporan dugaan penyerobotan tanah milik orangtuanya. Tanah itu berlokasi di Kelurahan Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi.
Menurut anggota Provos Polsek Jatinegara itu, ada oknum penyidik yang meminta uang bayaran sebesar Rp 100 juta dan sebidang tanah seluas 1000 meter persegi.
Baca Juga: Cinta yang Sejati: Eksplorasi Trilogi of Love
Menurut Bripka Madih, permintaan tersebut menjadi syarat bagi Bripka Madih agar laporannya diproses.
Madih bersikeras penyerobotan tanah seluas 3.600 meter persegi benar-benar terjadi. Sementara itu, Halimah sebagai ibunda Bripka Madih pernah membuat laporan serupa pada 2011 yang hanya mempersoalkan tanah seluas 1.600 meter persegi.
Dalam pertemuan dengan TG kemarin, Bripka Madih juga tak membantah bahwa tanah yang bersengketa seluas 1.600 meter persegi, bukan 3.600 meter persegi.
TG adalah inisial pensiunan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang disebut Bripka Madih telah memerasnya.
Di sisi lain, warga juga melapor ke polisi ihwal dugaan Madih menyerobot tanah dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Pelapor adalah tetangga Madih.
Untuk menengahi perkara, polisi akan meninjau dokumen dua pihak yang bersengketa ini. "Kami juga akan cek masyarakat ini, apakah masyarakat ini punya legal standing atau alas hak untuk menuntut Bripka Madih," ujar Hengki Haryadi.
Tag
Berita Terkait
-
Pengakuan Bripka Madih yang Diperas 100 juta Dianggap Tak Masuk Akal
-
Pengacara: 'Arif Rahman Tulang Punggung Keluarga, Anaknya Lagi Sakit Hemofilia'
-
Cewek Ini Tidak Sadar Kalau Hidungnya Kemasukan Lintah, Netizen: Bisa-bisanya Ketawa
-
Disebut Tidak Seramah di TV, Raffi Ahmad Dapat Pembelaan Dari Netizen
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh