/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 16:41 WIB
Ilustrasi gempa Turki-Suriah. ((AFP))

SuaraCianjur.Id- Turki dan Papua baru-baru ini mengalami gempa bumi yang memakan korban jiwa. Gempa bumi yang terjadi di Turki pada 6 Februari 2023 berkekuatan magnitudo 7,8, sementara gempa bumi di Papua terjadi pada 9 Februari 2023 dengan kekuatan magnitudo 5,4. Meskipun kedua gempa bumi ini sama-sama memakan korban jiwa, namun penyebabnya berbeda.

Menurut BBC, gempa bumi di Turki disebabkan oleh tabrakan dua lempeng, yaitu Lempeng Arab dan Lempeng Anatolia.

Kedua lempeng tersebut berada pada jalur pergerakan dan saat Lempeng Arab bergerak ke utara, ia menabrak Lempeng Anatolia, sehingga menyebabkan dua kali gempa, pertama berkekuatan M 7,8 dan gempa susulannya M 7,5.

Sementara itu, gempa bumi di Papua disebabkan oleh aktivitas sesar aktif berarah timur laut – barat daya, dan mekanisme sesar oblik dengan komponen normal.

Sesar aktif adalah lapisan kerak bumi yang merekah atau patah dan mengalami pergeseran. Aktivitas sesar ini dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah Jayapura. Pusat gempa bumi terletak di pesisir pantai Jayapura, 19 km timur laut kota Jayapura.

Wilayah ini tersusun oleh berbagai jenis batuan, termasuk batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan.

Endapan Kuarter, batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah terpelapuk pada umumnya bersifat lunak, lepas, dan belum kompak, sehingga memperkuat efek guncangan gempa bumi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Jayapura mencatat setidaknya ada empat orang tewas dan tiga orang luka akibat gempa bumi yang terjadi pada 9 Februari 2023. 

BMKG juga melaporkan adanya gempa susulan pada 10 Februari 2023 pagi dengan kekuatan magnitudo 2,8. Sejak 2 Januari 2023, BMKG mencatat ada 1.065 kali gempa bumi di Kota Jayapura, di antaranya 125 gempa dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Ramai Ucapan Gita Savitri soal 'Child Free', Ardit Erwandha: Poinnya Bukan di Anak Tapi Uang!

Load More