/
Minggu, 12 Februari 2023 | 13:28 WIB
Sandiaga Uno memberikan pernyataan terkait dengan polemik hutang piutang (ANTARA)

SuaraCianjur.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengaku tidak ingin membicarakan lebih jauh tentang polemik utang Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurutnya, hal itu hanya akan memperkeruh situasi dan tidak memberikan hal positif bagi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan setelah Anies Baswedan memberikan klarifikasi terkait masalah hutang piutang di Podcast Merry Riana. 

Sandiaga menyatakan bahwa pembahasan terkait utang itu justru berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa menjelang Pilpres 2024. Ia menekankan bahwa prioritas saat ini adalah memikirkan hal-hal positif yang bisa diberikan kepada masyarakat, bukan membicarakan masalah-masalah yang hanya akan memperkeruh situasi.

"Karena ini berpotensi memecah belah kita, sementara kontestasi demokrasi ini harus kita rawat, pertemanan harus dijaga, persahabatan harus terus kita utamakan," ujar Sandi Sabtu (11/2/2023), saat dirinya berkunjung ke Makassar.

Sandiaga mengajak semua pihak untuk fokus pada hal-hal yang positif dan membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, politis Partai Gerindra ini menegaskan bahwa dirinya tidak akan memikirkan masalah ini lagi. 

"Saya tidak akan memperpanjang lagi," lanjutnya. 

Polemik ini seolah mencapai titik klimaks setelah Anies Baswedan memberikan klarifikasi terkait dengan masalah hutang piutang dengan Sandiaga Uno. 

Dalam pernyataannya, Anies membeberkan bahwa dana pinjaman tersebut bukan merupakan hutang. Hal ini karena dalam perjanjian kontraknya, dinyatakan bahwa jika Anies menang dalam Pilkada 2017, maka dana tersebut tidak menjadi hutang, tapi menjadi dana dukungan. 

Selain itu, posisi Sandiaga Uno dalam perjanjian tersebut bukan menjadi pemberi pinjaman, tapi menjadi penjamin. (*)
 

Baca Juga: Adik Gita Savitri, Anastasia Adelline Punya Anak dan Tetap Tampil Cantik

Load More