SuaraCianjur.id – Gempa Cianjur menyisakan polemik berkepanjangan, khususnya terkait dengan pengelolaan dana bantuan. Dilansir dari akun Instagram @pemkabjr, total dana bantuan yang masuk untuk gempa Cianjur adalah sekitar Rp. 61 miliar. Adapun sampai saat ini dana yang sudah digunakan adalah sekitar Rp. 22 miliar. Ini artinya masih ada dana sisa kurang lebih sejumlah Rp. 39 miliar.
Tentu yang menjadi sorotan utama adalah terkait dengan pengelolaan dan transparansi dana bantuna. Pada akhir Januari 2023 kemarin, ratusan aktivis dan mahasiswa melakukan demonstrasi di Pendopo Alun-Alun Cianjur. Mereka menuntut kejelasan tentang dana pengelolaan bencana kepada Bupati Cianjur.
Namun, tak kunjung ditemui, pada demonstran ini sampai mendirikan tenda di alun-alun sampai diberikan kejelasan.
"Tuntutan kami kepada Bupati Cianjur agar transparan dalam mengelola bantuan donasi untuk para korban bencana gempa bumi di Cianjur," ujar Koordinator Aksi, Deni Sunarya, dikutip dari Tempo.
Meski demikian, sampai saat ini, aksi yang telah dilakukan oleh para demonstran masih belum membuahkan hasil. Pengelolaan dana bantuan dinilai masih amburadul.
Bahkan pada awal Februari 2023, Pemkab Cianjur malah membatalkan rencana pemberian dana bantuan hunian sementara (Huntara) senilai Rp 14 miliar untuk warga terdampak gempa bumi. Selain itu dana tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu per bulan juga kemungkinan besar akan dibatalkan.
Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Juru Bicara Tim Penanganan Bencana Gempa Bumi Cianjur, Budi Rahayu Toyib.
"Jadi dasar pemberiannya dasarnya tidak ada dari BPNB itu, makanya kemarin sempat ditunda. Kalau sekarang kemungkinan dibatalkan atau tidak jadi dan dialokasikan untuk kebutuhan lain," kata dia.
Di sisi lain, amburadulnya pengelolaan dana bantuan ini juga terlihat dari dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Cianjur, mengundurkan diri dari jabatannya. Kedua pejabat yang mengundurkan diri itu ialah Kepala BPBD Fatah Rizal serta Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Hendri Prasetyadi. Alasan utamanya lantara mereka sudah tidak mampu menjalankan tugas, khususnya berkaitan dengan penanganan pasca Gempa Cianjur.
Baca Juga: Barcelona vs Man United: Erik ten Hag Tak Sabar Adu Taktik dengan Xavi Hernandez
Mengingat pentingnya pemulihan pasca Gempa Cianjur, Pemkab Cianjur harus segera membenahi pengelolaan dana bantuan agar dapat didistribusikan secara cepat dan transparan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Viral Konten Tak Pantas Guru SD, Ajak ke KUA hingga Suapi Murid Sendiri
-
Hadiah dari Menantu Pengangguran
-
Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Pablo Benua: Rawan Politisasi Anggaran
-
Pemain Keturunan Maluku Cedera Parah, Sinyal Batal Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia?
-
Emiten Komponen Otomotif RI Bidik Pasar Ekspor Timur Tengah
-
5 Fakta Suami Kades di Pasuruan Jadi Otak Pembobolan Kantor Desa, Residivis Narkoba!
-
Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas IX Uji Kompetensi Halaman 175
-
Alasan Stok BBM Shell Masih Kosong: ESDM Belum Terbitkan Rekomendasi Impor
-
Gempa Rusak 15 Rumah di Pacitan, BPBD Masih Kumpulkan Data!
-
5 Drama Korea Genre Misteri Tayang Februari 2026, Ada Bloody Flower