/
Rabu, 22 Februari 2023 | 08:05 WIB
Kondisi rumah-rumah di Blitar yang porak poranda akibat ledakan bahan petasan, Blitar, Jawa Timur, Selasa (21/2/2023).

SuaraCianjur.id - Sebuah ledakan keras terjadi di rumah pengrajin petasan di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu. 

Saking kerasnya, ledakan itu mengakibatkan 4 orang tewas dan 23 lainnya luka-luka. Di antara korban luka, terdapat bayi berusia 4 bulan.

Terkait dengan peristiwa itu, Kapolres Blitar AKP Argowiyono menyatakan, semua korban luka telah mendapatkan penanganan medis.

AKP Argo juga menyatakan, empat korban tewas merupakan satu keluarga. Satu korban atas nama Darman ditemukan dalam kondisi utuh.

Sementara tiga korban lainnya ditemukan dalam kondisi mengerikan, yakni tubuh terpencar-pencar. 

Korban yang merupakan anak dan keponakan Darman itu teridentifikasi lewat potongan tubuh yang ditemukan di lokasi.

Usai peristiwa itu, Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dan laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur turun ke lokasi. Di lokasi ledakan, Tim Jihandak dan Labfor menemukan sisa-sisa puntung rokok di dekat sumber ledakan.

Kepolisian pun menduga ledakan tersebut terjadi karena korban tidak profesional dan nekat merokok sambil merakit petasan. 

Percikan api rokok itu kemudian mengenai black powder yang dipakai sebagai bahan petasan.

Baca Juga: Tanggapan Para Penggemar K-Pop Mengenai Dampak yang Diberikan HYBE Kepada Artis, Setelah Mereka Mengambil Alih Sebuah Label

Selain puntung rokok, di lokasi ledakan, tim Jihandak dan Labfor juga menemukan tiga panci yang diduga berisi bahan peledak.

Sementara itu, Dandim 0808 Blitar Letkol Inf Dwi Sapto menyatakan, ada tiga jenis bahan peledak yang dalam memicu ledakan besar. Ketiganya adalah black powder (bubuk mesiu) yang dicampur sulfur dan serbuk gandum.

Menurut dia, ketiga bahan peledak itu dapat menghasilkan ledakan berupa percikan api yang muncul dalam sesaat.

"Yang terjadi di sini ini ada ledakan sesaat. Dugaan memang pembuatan mercon. Daya ledaknya dari low mengarah ke high explosive karena ledakan terdengar sampai radius 10 km," ucap Dwi Sapto dilansir dari suara.com, Rabu (22/2/2023).

Ledakan keras yang terjadi di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur itu telah menghancurkan 25 rumah di sekitar lokasi ledakan.

Menurut Kasie Humas Polres Blitar Iptu Rochan, salah satu korban bernama Darman memang dikenal sebagai salah satu perajin petasan.

Setiap menjelang bulan Ramadan, Darman dan keluarganya diketahui sudah biasa membuat petasan untuk dijual ke masyarakat setiap tahunnya.

"Berdasarkan keterangan dari RT setempat, bahwasanya anak korban punya kebiasaan jelang bulan Ramadan buat petasan seperti pada bulan Ramadan tahun lalu," kata Rochan, Senin (20/2/2023). (*)

Load More