/
Kamis, 23 Februari 2023 | 09:27 WIB
Ilustrasi Kopi (Tribun Wiki)

SuaraCianjur.Id- Kopi telah menjadi minuman yang populer di kalangan anak muda dewasa ini, terutama dengan penambahan berbagai pemanis buatan dan alami seperti syrup dan gula aren. Namun, apakah kopi dapat digunakan sebagai bagian dari program diet?

Menurut Carissa Wityadarda, seorang dosen gizi di Stikes Borromeus, "Mengkonsumsi kopi dapat meningkatkan kesehatan metabolisme karena berkaitan dengan menurunkan risiko resistensi insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin serta meningkatkan toleransi glukosa." kepada SuaraCianjur, Kamis (23-02-2023).

Hal ini dapat membantu meningkatkan kesehatan metabolik, terutama bagi mereka yang memiliki risiko penyakit metabolik seperti diabetes.

Toleransi glukosa yang meningkat disebabkan oleh efek antagonis dari chlorogenic acid dan transport glukosa yang menggeser absorbsi glukosa pada bagian distal dan usus halus menggantikan hormon incretin.

Selain itu, kopi juga dapat menurunkan nafsu makan karena dapat meningkatkan hormon ghrelin dan serotonin, sehingga dapat menurunkan persentase lemak tubuh.

Beberapa zat aktif dalam kopi, seperti mannooligosakarida dan polifenol, juga dapat meningkatkan stimulasi penggunaan lemak postprandial untuk diekskresi melalui feses. 

Dalam jangka waktu empat minggu, penggunaan kopi tiga kali sehari dengan dosis 250 ml dapat membantu menurunkan berat badan.

Anjuran asupan kafein adalah sekitar 400 mg per hari, yang setara dengan 3-4 cangkir kopi. 

Selain itu, penggunaan pemanis tambahan seperti gula, syrup, dan susu yang berlebihan juga harus dihindari karena dapat menambah kalori dan mengurangi manfaat kesehatan dari kopi itu sendiri.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung BRI Liga 1 Hari Ini: Persib Bandung vs Arema FC dan Persik Kediri vs RANS Nusantara FC

Load More