SuaraCianjur.Id- Sakit kepala umum terjadi dan memiliki berbagai penyebab, termasuk dehidrasi, otot yang tegang, dan penyakit kronis yang berbahaya.
Meskipun umum, sakit kepala bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penting untuk mengetahui jenis sakit kepala dan penanganan pertama untuk menghilangkan nyeri dan melanjutkan aktivitas.
Dilansir dari Saridon, sakit kepala umumnya terjadi akibat tekanan pada saraf di kepala, leher, dan pundak yang merangsang sistem saraf pusat untuk mengeluarkan rasa nyeri sebagai tanda ada masalah pada tubuh.
Masalah psikis seperti stres dan depresi juga bisa memicu sakit kepala karena perubahan hormon kortisol dan menurunnya daya tahan tubuh.
Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)
Sakit kepala tegang disebabkan oleh kekakuan otot di daerah kepala, leher, dan pundak akibat berbagai faktor seperti postur tubuh yang salah, posisi yang tidak berubah dalam waktu lama, membawa beban berat, serta stres yang memperparah kondisi tersebut.
Sakit Kepala Sebelah (Migrain)
Sakit kepala sebelah atau migrain sering disebabkan oleh kesalahan atau gangguan pada sistem saraf, kurang tidur, dehidrasi, faktor keturunan, dan lebih sering dialami oleh wanita. Gejalanya lebih parah daripada sakit kepala tegang karena dapat menyebabkan penglihatan kabur, kehilangan tenaga, pingsan, dan membatasi aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Penjelasan BMKG Terkait Gempa Sigi Magnitudo 5,5 Pagi Tadi
Sakit Kepala Cluster (Cluster Headache)
Sakit kepala cluster (cluster headache) ditandai dengan rasa sakit yang hebat di kepala dan belakang mata, namun penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Penanganan termasuk terapi oksigen dan anestesi lokal. Tidak semua orang dengan sakit kepala cluster menunjukkan gejala.
Sakit kepala sinus
Sakit kepala sinus disebabkan oleh reaksi alergi atau infeksi sinus dan biasanya terasa di sekitar sinus dan muka. Orang dengan sinusitis atau alergi musiman lebih rentan terkena sakit kepala ini, dan dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi dan mengurangi tekanan sinus.
Jika sakit kepala berlangsung lebih dari 2 hari dengan intensitas yang meningkat, sakit tidak mereda dengan obat pereda nyeri, atau mengalami sakit kepala lebih dari 15 hari dalam sebulan, periksa ke dokter untuk mencari tahu kemungkinan medis lain.
(*/Haekal)
Sumber: Instagram Neurofit Clinic
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter