SuaraCianjur.Id- Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR untuk menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja.
Dalam aksi ini, mereka menilai Perppu Cipta Kerja merugikan rakyat kecil seperti buruh, petani, nelayan, dan perempuan di seluruh negeri.
Rocky Gerung, seorang pengamat politik, menyatakan bahwa aksi demo ini bukan hanya sekadar tuntutan hak buruh, melainkan juga tuntutan hak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dikutip dari Suara.com, "Jadi aksi ini bukan sekedar aksi untuk menuntut hak-hak buruh, tapi menuntut hak rakyat Indonesia supaya Pemilu itu diadakan, hanya dengan pemilu kita bisa mengubah keadaan itu point nya,” kata Rocky di depan Gedung DPR RI, Selasa (28-02-2023).
Menurutnya, hanya dengan Pemilu kita bisa mengubah keadaan tersebut.
Rocky Gerung menilai Perppu Cipta Kerja merupakan Undang-Undang paling busuk di Asia Pasifik yang harus dibatalkan.
“Itu Undang Undang paling busuk di Asia Pasifik, jadi dibuang aja,” kata Rocky.
Dalam aksi kali ini, ada 10 tuntutan dalam Perppu Cipta Kerja, antara lain:
1. Presiden RI segera mencabut Perpu Cipta Kerja
Baca Juga: Cek Harga Bahan Pangan di Pasar Tenguyun Jelang Ramadan, Jokowi: Harga Bawang Putih Naik
2. DPR RI Menolak Perppu Cipta Kerja yang telah diterbitkan Presiden
3. Presiden dan DPR RI segera hentikan segala bentuk pengkhianatan dan pembangkangan terhadap Konstitusi
4. Cabut seluruh kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan konstitusi
5. Hapus sistem kerja kontrak, alih daya, sistem magang dan stop politik upah murah serta berlakukan upah sesuai kualitas hidup layak
6. Hentikan liberalisasi agraria, pangan dan perampasan tanah, tolak bank tanah serta jalankan reforma agraria sejati sebagai basis pembangunan nasional
7. Wujudkan kebebasan akademik, pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis di segala jenjang
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica