SuaraCianjur.Id- Menteri BUMN Erick Thohir memberikan dukungannya terhadap kerja sama perdagangan karbon antara ID Survey dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurutnya, kesepakatan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali perdagangan karbon dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem karbon di dunia.
Dikutip dari laman Voi.id, "MoU ini lebih kepada bagaimana kita mereaktifkan yang namanya karbon trading. Di mana pemerintah sudah punya tools di bawah OJK, lalu bursa bagian dari sistem," ucap Erick.
Erick juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing perusahaan BUMN di tingkat nasional maupun global.
"Kita enggak mau dibohongi lagi. Kita sendiri bisa menjadi salah satu bagian dari ekosistem karbon," tambah Erick.
Indonesia, bersama dengan negara-negara lain seperti Kongo dan Brazil, dianggap sebagai pemain besar dalam ekosistem karbon.
"Kan ada beberapa negara antara lain Kongo, Indonesia, Brazil. Itu kalau dikonsolidasikan bisa 80 persen. Artinya Indonesia adalah salah satu pemain besarnya seperti OPEC minyak, nah ini OPEC versi Karbon dengan hutannya," kata Erick.
Pada hari ini, BEI dan BUMN telah menandatangani Nota Kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah, transparansi, dan akuntabilitas perusahaan serta entitas anak usaha BUMN.
Diharapkan bahwa hal ini akan membantu meningkatkan daya saing perusahaan BUMN baik di tingkat nasional maupun global.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Sindrom Tourette, Dialami Lewis Capaldi Saat Manggung di Jerman
Kerja sama antara BEI dan Kementerian BUMN memiliki cakupan yang dapat memperkuat pengembangan pasar modal melalui tiga hal yaitu sosialisasi, edukasi, dan pendampingan untuk perusahaan dan entitas anak usaha BUMN dalam hal pergi ke publik, serta penerbitan instrumen pendanaan lainnya di pasar modal. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Voi.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan