SuaraCianjur.Id- Menurut laporan Bank Dunia yang melaporkan kerusakan akibat bencana gempa bumi yang terjadi bulan lalu di Turki, biaya rekonstruksi dan pemulihan dapat melampaui 68 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.036.374.400.000.000.
Bencana tersebut menyebabkan kematian sekitar 50.000 orang dan merusak lebih dari 105.000 bangunan.
Bank Dunia juga menyatakan bahwa kerugian langsung akibat kerusakan fisik mencapai 34,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp519.037.200.000.000, setara dengan 4 persen dari produk domestik bruto Turki pada tahun 2021.
Namun, perkiraan tersebut tidak memperhitungkan dampak tidak langsung atau sekunder pada ekonomi Turki, dan bukanlah perkiraan dampak pada pertumbuhan ekonomi.
Kerugian pada PDB yang berkaitan dengan gangguan ekonomi juga akan menambah biaya, sedangkan gempa susulan lebih lanjut diperkirakan akan meningkatkan perkiraan kerusakan dari waktu ke waktu.
Konfederasi Perusahaan dan Bisnis Turki memperkirakan biaya yang lebih tinggi, yaitu 84 miliar dolar AS, berdasarkan perbandingan dengan gempa bumi di Izmit pada tahun 1999.
Bank Dunia juga melaporkan bahwa 11 provinsi di bagian selatan Turki memiliki beberapa tingkat kemiskinan tertinggi di negara itu dan menampung lebih dari 1,7 juta pengungsi Suriah, yang sekitar setengah dari total populasi pengungsi Suriah di sana.
Kerusakan yang terluas pada bangunan dan infrastruktur terjadi di beberapa provinsi di Turki, yaitu Provinsi Hatay, Kahramanmara, Gaziantep, Malatya dan Adyaman, yang menampung sekitar 6,45 juta orang atau sekitar 7,4 persen dari total populasi.
Sebanyak 81 persen dari perkiraan kerusakan terjadi di wilayah-wilayah ini, dan menyebabkan sekitar 1,25 juta orang menjadi tunawisma sementara karena kerusakan bangunan mereka.
Baca Juga: Ini 3 Catatan Menarik Usai Indonesia Kalah dari Irak di Piala Asia U-20
Menurut Bank Dunia, kerusakan langsung pada bangunan perumahan menyumbang 53 persen atau setara dengan 18 miliar dolar AS dari total kerusakan.
Sedangkan 28 persen atau sekitar 9,7 miliar dolar AS adalah kerusakan pada bangunan non-perumahan dan 19 persen atau sekitar 6,4 miliar dolar AS terkait dengan infrastruktur. (*)
(*/Haekal)
Sumber: The National News
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
-
Jetour T2 i-DM Padukan Desain Boxy Ikonik dengan Teknologi PHEV Modern
-
Mengenal Tengku Mansyur Chalid, Pejuang Daerah asal Siak
-
Lomba Menghias Pasar Godean HUT ke-81 RI, Jadi Wujud Syukur Pedagang
-
Warga Diminta Urunan, Proposal HUT RI Rp76,2 Juta di Kecamatan IT I Palembang Viral
-
Emas 23 Kg Senilai Rp63 M Nyaris Terbang ke Hong Kong, Diselundupkan 7 WNA China