SuaraCianjur.id - Wanita usia 20an wajib untuk menjaga berat badan (BB) jika ingin menghindari risiko tumor rahim atau mioma uteri (miom). Salah satunya disebabkan oleh faktor obesitas.
Mioma uteri atau fibroid uteri adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim atau miometrium. Mioma uteri biasanya tidak berbahaya, namun dapat menyebabkan gejala yang mengganggu dan mempengaruhi kualitas hidup.
Mioma uteri adalah pertumbuhan sel-sel otot polos pada rahim yang tidak bersifat kanker. Mioma uteri dapat tumbuh dalam ukuran yang bervariasi, dari sekecil biji sesawi hingga sebesar bola basket.
Mioma uteri seringkali tidak menimbulkan gejala, namun dalam beberapa kasus dapat menyebabkan gejala yang mengganggu.
Gejala Mioma Uteri
Tidak semua wanita dengan mioma uteri mengalami gejala. Namun, beberapa gejala mioma uteri yang mungkin terjadi meliputi:
- Pendarahan menstruasi yang berat;
- Periode menstruasi yang lebih lama dari biasanya;
- Nyeri panggul;
- Nyeri saat berhubungan seksual;
- Sering buang air kecil;
- Pembengkakan pada perut;
- Anemia akibat kehilangan darah yang banyak.
Siapa Saja yang Bisa Terkena Mioma Uteri?
Mioma uteri dapat terjadi pada setiap wanita yang telah memasuki masa pubertas dan belum memasuki masa menopause. Namun, beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita terkena mioma uteri, yaitu:
- Usia: Mioma uteri lebih umum terjadi pada wanita yang berusia di antara 30-50 tahun.
- Riwayat keluarga: Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat mioma uteri, maka kemungkinan seseorang terkena mioma uteri akan lebih tinggi.
- Ras: Wanita kulit hitam lebih cenderung untuk mengembangkan mioma uteri dibandingkan dengan wanita kulit putih atau Asia.
- Obesitas: Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena mioma uteri.
- Kehamilan: Wanita yang pernah hamil memiliki risiko lebih rendah terkena mioma uteri dibandingkan dengan wanita yang belum pernah hamil.
- Penggunaan kontrasepsi hormonal: Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil KB atau suntikan memiliki risiko yang lebih rendah terkena mioma uteri
Obat dan Cara Sembuhkan Miom
Namun, meskipun faktor-faktor di atas dapat meningkatkan risiko seseorang terkena mioma uteri, tetap saja tidak semua wanita yang memiliki faktor risiko ini akan terkena mioma uteri.
Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap wanita untuk memantau kesehatannya dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mencegah atau mengobati penyakit dengan tepat waktu.
Pengobatan untuk mioma uteri bergantung pada ukuran dan gejala yang dialami oleh penderitanya. Beberapa obat atau cara yang dapat digunakan untuk mengobati mioma uteri antara lain:
1. Obat-obatan
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat yang dapat mengurangi gejala mioma uteri seperti nyeri dan pendarahan. Obat-obatan tersebut dapat meliputi kontrasepsi hormonal, obat penghenti pendarahan, atau obat penurun tekanan darah.
2. Prosedur non-bedah
Prosedur non-bedah seperti embolisasi arteri uterina dapat membantu mengurangi ukuran mioma uteri dengan memotong pasokan darah ke mioma. Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis intervensi radiologi.
3. Tindakan bedah
Tindakan bedah seperti miomektomi atau histerektomi dapat dilakukan untuk mengangkat mioma uteri atau bahkan rahim secara keseluruhan. Namun, tindakan ini hanya dilakukan jika gejala yang dialami oleh penderitanya sangat mengganggu atau mioma uteri sangat besar. (*)
Sumber:
1. Mayo Clinic
2. American College of Obstetricians and Gynecologists
3. National Institute of Child Health and Human Development
4. Halodoc
Tag
Berita Terkait
-
Obat Kista Dokter Zaidul Akbar Ini Ada 6 Jenis Berbeda, Apa Sajakah Itu? Simak Ulasannya!
-
Inilah Obat Miom Ala dr Zaidul Akbar, Disebut Paling Powerful dan Mudah Ditemukan, Apa Itu?
-
Beginilah Cara Atasi Kecanduan Masturbasi untuk Pria dan Wanita yang Mau Berhenti
-
Hormon dan Nafsu Seksual pada Wanita: Bagaimana Menstruasi Mempengaruhi
-
Ternyata Emosi Bisa Percepat Menstruasi Lho, Bunda. Ini Penjelasannya Menurut dr Zaidul Akbar
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
BBM B50 Dinilai Bisa Menjadi Ujian Berat Bagi Daya Tahan Mesin Diesel
-
Hati-hati! Samsung Ancam Hapus Data Kesehatan Anda Jika Menolak Pelatihan AI
-
Bukan Emas Biasa, KPK Ajak Ahli Antam dan Pegadaian Cek 55 Kg Platinum Bupati Langkat
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Barcelona Jadi Tim Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak
-
Skandal KUR Fiktif BNI Rp41 M, Kepala Cabang Iming-imingi Petani Dapat Bansos Agar Serahkan KTP-KK
-
10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan
-
Review Worst Neighbor Ever: Dokumenter yang Cuma Mengeksploitasi Tragedi
-
Drama China Fated Hearts: Dua Musuh Bekerja Sama dalam Satu Misi
-
Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?