SuaraCianjur.Id- Gaya hidup baru yang dihasilkan oleh pandemi Covid-19, yakni bekerja dari rumah (work from home/WFH), tetap berlangsung.
Namun di Korea Selatan, WFH justru menjadi bencana.
Hal ini dimulai dengan banyaknya perusahaan yang memutuskan untuk melanjutkan kebijakan WFH bagi para karyawannya, dan inilah awal mula bencana tersebut terjadi.
Setelah pandemi, banyak perusahaan di Korea Selatan yang memilih untuk meneruskan kebijakan Work from Home (WFH) kepada para karyawannya.
Namun, hal ini berdampak buruk pada kafe-kafe yang sekarang dipenuhi dengan para pekerja yang WFH di sana.
Oleh karena itu, muncul istilah baru di Korea Selatan yaitu "maling listrik" atau "penjahat listrik" karena banyaknya pengguna kafe yang mencuri listrik untuk mengisi daya perangkat mereka.
Banyak pekerja yang melakukan WFH di kafe dengan hanya memesan segelas americano.
Mereka membawa perlengkapan kerja seperti laptop, HP, dan perlengkapan lainnya ke kafe yang menjadi seperti kantor mereka sendiri.
Hal ini menyebabkan munculnya istilah "maling listrik" atau "penjahat listrik" karena jumlah pekerja WFH di kafe semakin meningkat, sehingga kafe yang seharusnya menjadi tempat bersantai dan berkumpul dengan teman menjadi tempat kerja dadakan.
Baca Juga: 5 Jenis Love Language Dalam Berkencan, Mana yang Cocok untuk Kamu?
Jumlah pekerja WFH di kafe yang meningkat drastis telah mengubah fungsi kafe dari tempat bersantai menjadi kantor dadakan, yang sangat disayangkan.
Hal ini dapat dimengerti karena harga listrik dan properti di Korea Selatan sangat mahal.
Seharusnya WFH memberi kenyamanan bagi pekerja dengan lebih banyak waktu bersama keluarga, namun justru menjadi beban tersendiri.
Sementara itu, perusahaan menjadi lebih diuntungkan.
Para pelaku usaha kafe merasakan dampak bencana tersebut dengan menurunnya omzet mereka sejak banyak pekerja yang melakukan WFH di kafe.
Selain itu, banyak pemilik kafe yang menghapus fasilitas listrik gratis untuk para pengunjung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Gerard Pique Dihukum Larangan Dua Bulan usai Ribut dengan Wasit
-
Kulit Kombinasi Cocok Pakai Cushion Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Rapi dan Tak Luntur
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
-
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Pengungkapan Penyelewengan BBM Bersubsidi
-
Al dan Mulan Jameela Sudah Coba Tahan Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Bertubi-tubi, Berakhir Gagal
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
4 Rekomendasi Double Sleeve Tee 100 Ribuan, Cocok untuk Hangout dan Konser!
-
Di Bawah Bendera Merah: Tentang Harga Diri dan Pahit Getir Kehidupan
-
Agen Erling Haaland Sebut Manchester City Klub Tersulit untuk Negosiasi