SuaraCianjur.Id- KPK sedang melakukan penyelidikan terhadap kekayaan mantan pejabat Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo.
Mereka tengah mencari kasus utama untuk menjerat ayah dari Mario Dandy Satrio.
"Ini yang justru kemudian yang sedang kami dalami, kami cari apa yang menjadi predikat crime (pidana pokok)," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK.
Ali menjelaskan bahwa KPK tidak dapat mengusut dugaan korupsi yang dilakukan oleh Rafael tanpa ada dasar pidana yang kuat.
Selain itu, PPATK juga melaporkan adanya dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh bawahan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
"KPK juga maksimalkan perampasan seluruh harta yang dinikmati oleh para koruptor. Kami pastikan itu," katanya.
Publik mulai menyoroti kekayaan Rafael setelah anaknya, Mario Dandy Satrio melakukan penganiayaan terhadap remaja David yang videonya tersebar luas di media sosial.
Selain kepemilikan motor Harley Davidson, mobil Rubicon yang digunakan oleh Mario saat penganiayaan terjadi juga menjadi sorotan.
Pemeriksaan harta kekayaan Rafael oleh KPK terkait dugaan korupsi di Kemenkeu semakin menambah ketertarikan publik.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Kurang Bertaji Tanpa Marselino Ferdinan, STY Akui Sudah Coba Cari Solusi
Pada tanggal 1 Maret yang lalu, KPK memanggil Rafael untuk dimintai klarifikasi terkait kekayaannya yang mencapai Rp56 miliar yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Selama proses klarifikasi tersebut, KPK menyelidiki harta milik Rafael, antara lain perumahan yang namanya terdaftar atas nama perusahaan istrinya di Minahasa Utara, dan rumah di Yogyakarta.
KPK tidak hanya memeriksa harta milik Rafael Alun, tetapi juga melakukan investigasi terhadap mobil Rubicon dan motor Harley Davidson miliknya yang sering dipamerkan.
Hasilnya, KPK menemukan bahwa motor Harley Davidson tersebut tidak memiliki pelat nomor atau terindikasi sebagai kendaraan bodong. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Voi Id
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura