/
Minggu, 12 Maret 2023 | 16:18 WIB
Ilustrasi tikus penyebar infeksi Leptospirosis ((Pexels))

SuaraCianjur.Id- Leptospirosis adalah salah satu penyakit zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira yang hidup di lingkungan air yang terkontaminasi dengan urine hewan yang terinfeksi. 

Selama musim hujan, penyebaran penyakit leptospirosis bisa meningkat karena curah hujan yang tinggi dan genangan air yang terbentuk.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala dan cara pencegahan leptospirosis saat musim hujan.

Gejala leptospirosis bervariasi dari ringan hingga berat. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan ruam kulit.

Pada kasus yang lebih parah, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan organ seperti hati, ginjal, dan paru-paru. Jika tidak diobati, leptospirosis dapat menyebabkan kematian ,untuk mencegah leptospirosis, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan selama musim hujan. 

Pertama, hindari berada di lingkungan yang terkontaminasi dengan urine hewan seperti genangan air atau air sungai yang tercemar. Jika tidak dapat dihindari, pastikan untuk menggunakan sepatu atau sandal yang tertutup dan hindari kontak langsung dengan air tersebut.

Kedua, jaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membersihkan sampah atau material lain yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi tikus dan hewan lainnya. Hal ini dapat mengurangi populasi tikus dan hewan lain yang menjadi reservoir penyakit leptospira.

Ketiga, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi dengan urine hewan. Selain itu, pastikan juga untuk memasak daging dan sayuran dengan baik sebelum dikonsumsi.

Baca Juga: Beda Klaim Bharada E vs LPSK Soal Perlindungan Dicabut Gegara Wawancara TV

Keempat, jika Anda merasakan gejala yang mirip dengan leptospirosis setelah kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi dengan urine hewan, segera konsultasikan dengan dokter dan beritahu bahwa Anda telah terpapar dengan lingkungan yang terkontaminasi. (*)

(*/Haekal)

Sumber: Instagram Kementerian Kesehatan RI

Load More