SuaraCianjur.Id- Leptospirosis adalah salah satu penyakit zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira yang hidup di lingkungan air yang terkontaminasi dengan urine hewan yang terinfeksi.
Selama musim hujan, penyebaran penyakit leptospirosis bisa meningkat karena curah hujan yang tinggi dan genangan air yang terbentuk.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala dan cara pencegahan leptospirosis saat musim hujan.
Gejala leptospirosis bervariasi dari ringan hingga berat. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan ruam kulit.
Pada kasus yang lebih parah, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan organ seperti hati, ginjal, dan paru-paru. Jika tidak diobati, leptospirosis dapat menyebabkan kematian ,untuk mencegah leptospirosis, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan selama musim hujan.
Pertama, hindari berada di lingkungan yang terkontaminasi dengan urine hewan seperti genangan air atau air sungai yang tercemar. Jika tidak dapat dihindari, pastikan untuk menggunakan sepatu atau sandal yang tertutup dan hindari kontak langsung dengan air tersebut.
Kedua, jaga kebersihan lingkungan sekitar dengan membersihkan sampah atau material lain yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi tikus dan hewan lainnya. Hal ini dapat mengurangi populasi tikus dan hewan lain yang menjadi reservoir penyakit leptospira.
Ketiga, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi dengan urine hewan. Selain itu, pastikan juga untuk memasak daging dan sayuran dengan baik sebelum dikonsumsi.
Baca Juga: Beda Klaim Bharada E vs LPSK Soal Perlindungan Dicabut Gegara Wawancara TV
Keempat, jika Anda merasakan gejala yang mirip dengan leptospirosis setelah kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi dengan urine hewan, segera konsultasikan dengan dokter dan beritahu bahwa Anda telah terpapar dengan lingkungan yang terkontaminasi. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Instagram Kementerian Kesehatan RI
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Sebuah Ironi? 5 Aktor Legendaris yang Belum Pernah Masuk Nominasi Oscar
-
Bingung Pilih Skincare? Yoursay Class Bareng Mydervia Punya Jawabannya
-
Bye Kulit Kering! 4 Cleanser Glycerin Bikin Lembap Tahan Lama Selama Puasa
-
BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG di Pamekasan, Sebut Paket Makanan Sebenarnya Lengkap
-
Strategi Marketing Nyeleneh Aldi Taher Jualan Burger, Catut Nama Mahalini hingga Juicy Luicy
-
Bantargebang Belum Pulih, Ini Kapasitas Baru RDF Rorotan yang Siap Olah Ribuan Ton Sampah Tiap Hari
-
Ramadan Connect by Yoursay: Diskusi New Media Jogja soal Niche dan Cuan
-
Purbaya Kembali Sentil Ekonom: Kementerian Keuangan Jago, Ekonomi Cukup Stabil
-
Ruang Kelas Tak Bocor Lagi Usai Direnovasi Pemerintah, Siswa-siswi SDN 26 Paguyaman Nyaman Belajar
-
Populasi Komodo Kian Terancam, Pemerintah Didesak Buat Aturan Baru Perlindungan Habitat